Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Sebagian berawan, 19.9 ° C

Pemilu Usai, Warga Bekasi Harus Bersatu Kembali

Tommi Andryandy
Pilpres 2019/DOK. PR
Pilpres 2019/DOK. PR

CIKARANG, (PR).- Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bekasi mengajak masyarakat kembali menjaga persatuan dan kesatuan bangsa usai Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Segala bentuk perbedaan serta persaingan disudahi untuk kembali bersatu membangun Bekasi.

Sekretaris MUI Kabupaten Bekasi, Muhammad Atoilah Mursid mengatakan, pihaknya memberi apresiasi terhadap masyarakat yang telah menunjukkan kedewasaan dalam berpolitik. Meski memiliki perbedaan dalam pilihan politik, namun mereka tetap menjunjung kondusivitas.

“Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat, TNI-Polri, serta penyelenggara pemilu yang telah mengamankan pelaksanaan Pemilu 2019 dengan aman, damai, dan kondusif. Begitu juga masyarakat yang senantiasa menjunjung persatuan,” ucapnya. Atoilah mengimbau, keputusan yang nantinya akan dikeluarkan oleh KPU RI pada tanggal 22 Mei 2019 harus diterima oleh seluruh masyarakat.

“Memang pada saat Pemilu tentu ada perbedaan antara masyarakat yang ada di Kabupaten Bekasi. Namun setelah Pemilu ini, semua harus kembali bersatu walaupun ada perbedaan, dan perbedaan itu indah,” ujarnya.

Ia mengimbau kepada semua pihak bersabar menunggu penetapan resmi oleh KPU, dan masyarakat bisa kembali bersatu dan ‘guyub rukun’ membangun daerah. “Serahkan penyelesaian tahapan Pemilu pada KPU. Kami mohon masyarakat bisa bersabar menunggu hasil resmi dan keputusan KPU Pusat. Perbedaan pilihan adalah hal yang wajar sehingga kami mengajak masyarakat kembali menjaga persatuan dan keutuhan NKRI,” ucapnya.

Lanjutnya, bagi siapapun yang nantinya menang, jangan terlalu berbangga hati dan sombong. Lalu untuk yang kalah, harus bisa menerimanya, berpikir jernih karena kekalahan itu takdir dari Allah.

“Mari tetap jaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Setelah nanti ada keputusan KPU RI, semua masyarakat harus terima, dan tidak ada perpecahan,” ucapnya.

Memanas

Rekapitulasi perolehan hasil suara di Kabupaten Bekasi akhirnya rampung setelah melewati serangkaian persoalan, seperti perbedaan jumlah pemilih hingga dugaan penggelembungan suara yang diprotes keras oleh saksi.

Tensi memanas sempat terjadi pada rekapitulasi di tingkat Kecamatan Tambun Selatan. Permasalahannya, ada dugaan penggelembungan suara yang diprotes saksi dari PDI Perjuangan yang diduga melibatkan salah satu caleg dari PKS.

Puncaknya, pada Minggu 12 Mei 2019 dini hari, terjadi kontak fisik hingga mengakibatkan Caleg dari Partai Nasdem Taih Minarno tersungkur hingga dilarikan ke rumah sakit. Kasus ini pun tengah ditangani oleh Kepolisian Resor Metro Bekasi. “Memang benar (terjadi keributan), namun sudah kami tangani dan sedang diselidiki,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Ajun Komisaris Besar Rizal Marito.

Meski sempat terjadi keributan, rekapitulasi dapat diselesaikan hingga dialihkan ke KPU Kabupaten Bekasi untuk diplenokan. Dari hasil rekapitulasi untuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno unggul perolehan 1.046.487 suara. Pasangan nomor urut 02 ini menang di 22 kecamatan dari 23 kecamatan yang ada. Sedangkan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin meraup 593.424 suara.

Pada Pilpres 2019, tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Bekasi mencapai 75,68 persen atau 1.671.488 pengguna hak pilih dari 2.208.583 keseluruhan pemilih yang terdaftar. Meski  begitu, dari keseluruhan pengguna hak pilih masih terdapat 31.577 suara yang dinyatakan tidak sah.

“Alhamdulillah ya telah selesai, kami bersyukur. Ada pelajaran yang diterima dan harus menjadi perubahan. Di balik proses yang berjalan sukses ini ada 10 petugas kami yang gugut, semua anggota KPPS. Ini semoga menjadi pelajaran dari pesta demokrasi kita,” kata Ketua KPU Kabupaten Bekasi, Jajang Wahyudin.***

Bagikan: