Pikiran Rakyat
USD Jual 14.540,00 Beli 14.240,00 | Umumnya berawan, 28 ° C

Nikmatnya Makan Ramai-ramai di Bandara Kertajati

Tim Pikiran Rakyat

SEJUMLAH warga asal Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg,  Indramayu tengah duduk di halaman terminal Bandara Kertajati, mereka sengaja datang ke bandara untuk mengetahui kemegahan Bandara sambil ngabuburit dan buka bersama.*/TATI PURNAWATI/KABAR CIREBON
SEJUMLAH warga asal Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg, Indramayu tengah duduk di halaman terminal Bandara Kertajati, mereka sengaja datang ke bandara untuk mengetahui kemegahan Bandara sambil ngabuburit dan buka bersama.*/TATI PURNAWATI/KABAR CIREBON

MAJALENGKA,(PR).- Kawasan Terminal Bandara Kertajati masih menjadi tempat favorit bagi sebagian masyarakat  Indramayu, Sumedang, dan Majalengka untuk ngabuburit dan berbuka puasa di sana. Mereka penasaran dan ingin mengetahui kemegahan Bandara Kertajati.

Dariah, Catiem serta Wiwin dan puluhan warga lainnya asal Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg, Indramayu misalnya, mereka datang bersama puluhan warga lainnya ke terminal bandara Kertajati menggunakan kendaraan bak terbuka, Senin 13 Mei 2019.

Menurut laporan wartawan Kabar Cirebon, Tati Purnawati, begitu turun dari kendaraan mereka langsung menjinjing timbelnya yang dibungkus kantong plastik serta tikar. Kemudian mereka menggelar tikar untuk tempat duduk di depan areal parkir kendaraan.

Sebagian dari mereka terus lalu-lalang melihat-lihat halaman terminal sambil memandangi langit-langit terminal. Ada juga yang meraba-raba pintu masuk gedung tersebut. Sebagian berbelanja di toko mart yang ada di halaman gedung terminal.

Setelah itu kembali duduk di gelaran tikar yang mereka bawa sambil bercengkrama menceriterakan kondisi bandara yang baru dilihatnya tersebut. Sebagian duduk-duduk di trotoar areal parkir kendaraan.

Penasaran

Catiem mengatakan, kedatangannya ke Bandara Kertajati untuk ngabuburit dan berbuka puasa sudah direncanakan beberapa hari sebelumnya bersama sejumlah tetangganya. Kedatangannya karena rasa penasaran terhadap landasan pesawat terbang. Mereka jadi terkagum-kagum terhadap Bandara Kertajati yang disebut megah itu.

“Ana bandara ning Kertajati masa iya kita sing perek bli weruh, ya kita teka mene dijak tetanga (Ada bandara di Kertajati masa iya saya yang dekat tidak mengetahui, ya akhirnya saya datang diajak tetangga),” ungkap Catiem.

Pada umumnya mereka hanya ingin mengetahui keberadaan bandara Kertajati, seperti apa yang disebut bandara dan apa saya fasilitas yang ada di Bandara. Sayangnya menurut mereka tidak bisa melihat pesawat yang sedang terbang.

Hal serupa juga diungkapkan Nata dan Wawan asal Legok, Sumedang. Mereka datang beriringan mengendarai sepeda motor bersama 9 orang temannya. Mereka ini cuti kerja dari Surabaya selama bulan puasa karena pekerjaanya sebagai pelayan di rumah makan.

“Awalnya kami akan pulang menggunakan pesawat dari Surabaya, namun akhirnya memilih menggunakan kereta api hingga Cirebon,” kata Nata.

Mereka ke Bandara selain ngabuburit juga merencanakan kembali ke Surabaya menggunakan pesawat dari Kertajati.

“Nanti kalau kembali ke Surabaya kami semua sepakat naik pesawat dari sini. Mudah-mudahan bos memberi kami tiket pesawat, sekaligus mencoba naik pesawat dari Bandara ini,” ungkap Wawan yang diiyakn Nisa teman perempuannya.***
 

Bagikan: