Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Umumnya berawan, 25 ° C

Meski Permintaan Meningkat 25 Persen, Produksi Telur di Ciamis tetap Surplus

Nurhandoko
SEORANG pekerja mengambil telur di kandang salah satu kandang di wilayah Panyingkiran, Kecamatan/Kabupaten Ciamis. Di bulan Ramadan permintaan telur di Ciamis meningkat hingga 25 persen.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR
SEORANG pekerja mengambil telur di kandang salah satu kandang di wilayah Panyingkiran, Kecamatan/Kabupaten Ciamis. Di bulan Ramadan permintaan telur di Ciamis meningkat hingga 25 persen.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR

CIAMIS,(PR).- Permintaan telur saat bulan puasa di tatar galuh Ciamis naik hingga 25 ton atau mencapai 25 persen dibanding biasanya. Meskipun permintaan mengalami peningkatan signifikan, Ciamis tetap masih surplus telur.

Saat ini produksi telur di sentra telur Ciamis, mencapai 45 ton per hari. Jumlah tersebut jauh lebih banyak dibandingkan kebutuhan yang rata-rata hanya 25 ton per hari. Selama ini telur produksi Ciamis untuk hanya memenuhi permintaan pasar lokal Ciamis, Tasikmalaya, Kota Banjar dan Pangandaran.

Harga telur di pasaran dan eceran berkisar Rp 23.000 – Rp 25.000 per kilogram. Diperkirakan semakin mendekati lebaran, harganya bakal terus naik. Hal itu seiring dengan tingginya permintaan.

“Meskipun permintaan naik cukup tinggi sampai 25 persen, Ciamis tetap surplus karena produksinya lumayan banyak. Produksi telur Ciamis juga untuk memenuhi pasar lokal,” kata  Ketua Paguyuban Peternak Ayam Petelur Ciamis (P2APC) Asep Kusnadi, Selasa, 14 Mei 2019.

Dia mengatakan saat ini di kandang harga telur berkisar Rp 21.000 – Rp 21.500 per kilogram. Patokan harga tersebut  dipengaruhi oleh harga ransum yang harganya diatas Rp 5.500 per kilogram. Sementara itu di pasaran harganya bervariasi mulai dari Rp 23.000 – Rp 25.000 per kilogram.

“Siklusnya memang demikian, saat puasa permintaan naik, dan bakal terus naik hingga menjelang lebaran. Setelah itu harga dan permintaan akan berangsur kembali normal. Namun demikian, perlu diingat keadaan itu belum bisa dipastikan, karena banyak faktor yang memengaruhi harga telur,” ujarnya.

Asep mengungkapkan saat ini di tatar Galuh Ciamis terdapat sekitar 300 peternak ayam petelur dengan jumlah populasi sekitar 1.400.000 ekor. Sebagian besar diantaranya adalah peternakan rakyat.

Sentra peternakan ayam petelur berada di wilayah Cigebot, Kecamatan Cipaku. Selain ayam petelur, tatar galuh Ciamis juga menjadi sentra peternakan ayam pedaging, bahkan terbesar di wilayah Priangan timur.

“Selain memenuhi kebutuhan pasar, kami juga siap bekerjasama dengan Bulog untuk menyediakan telur untuk masyarakat. Saya kira lebih baik menyerap produk lokal dibandingkan harus mendatangkan dari daerah lain,” kata Asep Kusnadi.

Harga telur Rp 23.000 per kilogram dapat ditemui di beberapa tempat penjualan milik bandar telur. Selain itu juga di lokasi pedagang musiman makanan takjil di kawasan Taman Rafflesia.***

Bagikan: