Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian cerah, 30.7 ° C

Enam Tahun Hidup Tercemar Limbah Peternakan Sapi, Warga Sukamaju Meradang

Agus Kusnadi
Ilustrasi peternakan sapi.*/DOK. PR
Ilustrasi peternakan sapi.*/DOK. PR

PARIGI,(PR).- Warga diresahkan dengan keberadaan kandang sapi yang dikelola oleh salah satu perusahaan peternakan sapi yang berada di Blok Nambo Dusun Sukamaju, Desa Sukamaju, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran.

Bahkan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata pun pernah mengintruksikan untuk menghentikan sementara peternakan sapi ini karena belum mengantongi perijinan dan tidak boleh menambah jumlah hewan sapi sebelum perinjinan ditempuh. Namun kenyataannya di lokasi, pengusaha telah menambah jumlah sapinya hingga mencapai sekitar 1.000 ekor lebih, yang semula hanya sekitar 900 ekor lebih.

Selama enam tahun, warga sekitar di empat Rt (RT 5,6,7 dan 8) Rw 08 Dusun Sukamaju bertahan hidup dengan bau yang menyengat yang diakibatkan dari limbah peternakan sapi, dan dibuang ke sebuah saluran air sungai sehingga menimbulkan pencemaran.

Puncak dari kekesalan warga, mereka berinisiatif untuk mengadukan keberadaan kandang sapi di atas lahan sekitar 1,5 hektar itu ke sebuah Lembaga Bantuan Hikum (LBH) untuk menuntut keadilan dan kenyamanan tinggal mereka.

"Kami sudah bosan beberapa kali mengadukan hal ini ke pemerintah, tapi kenyataannya tidak ada tanggapan dan peternakan sapi tetap berjalan," ungkap Ujang Ahmad Kepala Dusun Sukamaju, Desa Sukamaju yang ikut mengadukan bersama warganya ke LBH pada Sabtu, 11 Mei 2019 kemarin.

Mirisnya lagi, pencemaran lingkungan akibat limbah peternakan tersebut juga telah menelan korban. Hal ini berdasarkan pengakuan dari Mirin (55), warga setempat.

Dia mengungkapkan, anaknya telah meninggal dunia pada tahun 2017 lalu akibat terkena penyakit ispa yang diduga akibat dari pencemaran limbah yang dikeluarkan dari kandang sapi tersebut.

"Anak saya divonis oleh dokter karena penyakit ispa dan meninggal dunia. Ada kok bukti rongent-nya juga," kata Mirin sambil menunjukan hasil rongent dari rumah sakit.

Mirin menuturkan, lokasi rumahnya tidak terlalu jauh dengan lokasi kandang sapi, hanya berjarak sekitar 20 meter.

"Bau limbah sapi sangat menyengat hingga kerumah, dan air sumur pun ikut tercemar," katanya.

Konsultan Hukum warga, Dafiq Syahal Manshur dari LBH Sikap Ciamis usai meninjau lokasi peternakan sapi mengatakan, pihaknya telah menerima beberapa pengaduan dari warga terkait keberadaan peternakan yang dikelola oleh PT. Agro Ternak Mandiri.

"Satu sisi adalah adanya permintaan warga ke kami yaitu menuntut untuk penutupan kandang sapi, karena merasa dirugikan," ungkap Dafiq.

Dia menjelaskan, keberatan warga yaitu sebagian sumber air yang digunakan warga diduga tercemar. Dalam jangka panjang, warga khawatir akan terserang penyakit. "Sehingga warga menuntut agar peternakan sapi ini ditutup," ujarnya.

Untuk upaya hukumnya, menurut Dafiq saat ini pihaknya baru menerima aduan dari warga. Kemudian aduan akan ditindaklanjuti dan dikerucutkan dalam upaya hukum baik tuntutan perdata maupun pidana.*** 

Bagikan: