Pikiran Rakyat
USD Jual 14.048,00 Beli 14.146,00 | Langit umumnya cerah, 22.1 ° C

Tarogong-Leles-Kadungora Rawan Macet saat Mudik

Tim Pikiran Rakyat
KAPOLRES Garut AKBP Budi Satria Wiguna beserta sejumlah pejabat di lingkungan Polres Garut melakukan pengecekan kesiapan jalur dan Pospam di kawasan Cipeundeuy, Kecamatan Malangbong.*/AEP HENDY/KABAR PRIANGAN
KAPOLRES Garut AKBP Budi Satria Wiguna beserta sejumlah pejabat di lingkungan Polres Garut melakukan pengecekan kesiapan jalur dan Pospam di kawasan Cipeundeuy, Kecamatan Malangbong.*/AEP HENDY/KABAR PRIANGAN

GARUT, (PR).- Selama musim mudik dan balik Lebaran, wilayah Kabupaten Garut dipastikan akan banyak dilintasi kendaraan dari luar kota. Hal ini dikarenakan Garut merupakan salah satu jalur lintas selatan yang menjadi tujuan pemudik dari arah Jakarta atau Bandung yang akan menuju daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur yang tidak menggunakan jalan tol. 

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna menyebutkan jika segala sesuatunya tak dipersiapkan dengan baik, maka peningkatan arus kendaraan di ruas-ruas jalan utama di Garut tentu akan menimbulkan permasalahan. Kepadatan kendaraan akan berdampak terhadap terjadinya kemacetan parah sehingga bisa mengganggu aktivitas warga.

Sebagai salah satu persiapan untuk pengamanan jalur mudik dan balik Lebaran 2019, tutur Budi, pihaknya melakukan pengecekan jalur. Ada beberapa titik yang menjadi sasaran pengecekan mulai dari kawasan perkotaan hingga kawasan jalur Limbangan-Malangbong.

"Hari ini kita gelar kegiatan pengecekan jalur sebagai persiapan pengamanan jalur mudik dan balik Lebaran 2019. Garut merupakan salah satu jalur alternatif selatan yang tentunya akan banyak didlintasi para pemudik sehingga segala sesuatunya harus kita persiapkan secara matang," ujar Budi di sela kegiatan pengecekan jalur di kawasan Cipeundeuy yang merupakan perbatasan Malangbong Kabupaten Garut dengan Gentong Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu 11 Mei 2019.

Dikatakan Budi, kegiatan pengecekan ini juga sebagai langkah awal untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan volume kendaraan yang melewati wilayah Kabupaten Garut. Apalagi melihat kondisi arus lalu-lintas setiap akhir pekan yang melintas wilayah Kadungora–Leles yang cenderung padat walaupun pada situasi normal.

Selain jalur, dalam kesempatan tersebut Kapolres bersama jajarannya juga melakukan pengecekan terhadap sejumlah pos pengamanan (Pospam) yang didirikan di jalur mudik dan balik. Pengecekan di antaranya dilakukan di Pospam Cipeundeuy, Pospam Pasar Malangbong, Posgatur Pasar Lewo, Pospam Bandrek, mapolsek Limbangan, Pospam Leuwigoong, dan Pospam Astro Salamanjah.

"Kita juga lakukan pengecekan di perbatasan Garut-Bandung serta pengecekan personel Makopolsek Cilawu. Sejauh ini persiapanya sudah cukup bagus, tinggal pemantapannya saja," katanya kepada wartawan Kabar Priangan, Aep Hendy.

Daerah wisata

Menurutnya, untuk jalur perlu adanya pengamanan yang benar-benar karena selain menjadi salah satu jalur selatan yang akan banyak dilalui pemudik, Garut juga merupakan salah satu daerah wisata yang akan banyak dikunjungi. Di wilayah jalur kota, kemacetan diprediksi akan terjadi di kawasan Tarogong-Leles-Kadungora dan untuk wilayah lingkar selatannya akan terjadi di kawasan Limbangan dan Malangbong.   

Tak hanya itu, Budi juga menyampaikan dirinya telah mendapatkan informasi akan adanya pengalihan arus dari Gentong ke jalur Cilawu. Dengan demikian dapat dipastikan jika  kepadatan kendaraan pun akan terjadi di wilayah perkotaan Garut yang kemudian tembus ke jalur Leles dan Kadungora.

Budi menyampaikan selain jalur, faktor lainnya yang juga menjadi fokus pengamanan adalah masalah keamanan. Hingga saat ini masih sering ada laporan adanya aksi pungli terhadap para pengguna jalan dan wisatawan.

Selain di wilayah selatan, tambahnya, aksi pungli juga masih sering terjadi di wilayah perkotaan terutama di kawasan objek wisata, salah satunya Cipanas Tarogong. Aksi pungli kadang juga bermoduskan jasa pencucian mobil dan uang parkir.

"Hal-hal seperti itu juga menjadi fokus pengamanan yang kita lakukan. Aksi pungli tak boleh dibiarkan karena hal ini akan sangat mencoreng nama Garut di mata orang luar," ucap Budi.

Ia menegaskan, pihaknya tak segan-segan melakukan tindakan tegas bagi oknum masyarakat yang masih suka melakukan pungli terhadap para pengguna jalan maupun wisatawan. Bahkan sanksi tegaspun akan diberikan seperti halnya terhadap lima oknum masyarakat yang sering melakukan aksi pemerasan terhadap para wisatawan Pantai Santolo yang kini diamankan di Mapolres Garut untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.***

Bagikan: