Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sebagian cerah, 21 ° C

Biasa Menanggulangi Bencana, BPBD Indramayu Justru Terendam Banjir

Gelar Gandarasa

PEGAWAI BPBD melintasi genangan air di depan kantornya, Jumat (10/5/2019). Akibat banjir itu aktivitas perkantoran terganggu.*/GELAR GANDARASA/PR
PEGAWAI BPBD melintasi genangan air di depan kantornya, Jumat (10/5/2019). Akibat banjir itu aktivitas perkantoran terganggu.*/GELAR GANDARASA/PR

INDRAMAYU, (PR).- Diguyur hujan semalaman, kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu tergenang banjir. Akibatnya aktivitas perkantoran sedikit tersendat. Banjir itu disebabkan oleh mampetnya saluran drainase. 

Berdasarkan pantauan, Jumat 10 Mei 2019, air yang menggenangi halaman kantor cukup tinggi sekira dua puluh sentimeter. Akibatnya air pun menggenangi masuk ke areal perkantoran. Para pegawai pun mesti melepas sepatu mereka agar tak kebasahan. 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Indramayu Edi Kusdiana menuturkan, banjir di kantornya itu akibat buruknya saluran air. "Drainasenya mampet. Penuh dengan sampah," katanya. Edi pun langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Dirinya pergi memantau kemungkinan adanya banjir di tempat lain. 

Untungnya BPBD belum menerima adanya laporan rumah terendam. Saat dipantau, ketinggian muka air di pintu air Bangkir pun di bawah empat meter. "Kondisinya masih aman terkendali. Cimanuk tidak meluap kembali," ungkapnya. 

Kendati masih terpantau aman, BPBD akan terus siaga memantau ketinggian air. Sebab dikhawatirkan air kiriman dari daerah lain akan memenuhi Cimanuk. Jika sudah begitu ditakutkan air kembali menggenangi wilayah Kabupaten Indramayu. Dampak luas bagi masyarakat pun akan sangat dirasakan jika Cimanuk meluap. Edi meminta kepada masyarakat untuk melapor ke BPBD jika wilayahnya terkena bencana. BPBD akan langsung menerjunkan petugas guna menindaklanjuti laporan tersebur. 

Peneliti Lingkungan Indramayu Caya menuturkan, banjir di Indramayu disebabkan oleh banyak faktor. Selain karena tumpukan sampah, kiriman debit air di Cimanuk pun sangat berpengaruh. Khusus di Kantor BPBD kata dia, banjir lebih disebabkan oleh buruknya saluran air yang ada di depan kantor. Kondisi itu diperparah banyaknya bangunan liar yang berdiri di atas saluran air. 

Akibatnya laju aliran air pun menjadi tersendat mampet. "Perlu ada penanganan khusus," katanya. Dia pun mengajak masyarakat untuk sadar akan kebersihan lingkungan. Secara rutin warga diharapkan mengeruk saluran air bergotong-royong untuk menghindari banjir. Selain itu juga biasakan diri untuk tidak buang sampah sembarangan apalagi ke saluran air maupun sungai. 

Selain merendam bangunan Kantor BPBD, air juga menggenangi halaman SMAN 2 indramayu yang letaknya tak jauh dari BPBD. Meski demikian, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan sebagaimana mestinya. "Iya tadi pulang. Tapi bukan ada banjir, katanya ada rapat sekolah. Jadi pulang cepat," kata salah seorang siswi Putri. 

Beberapa waktu lalu, banjir menggenangi sebagian wilayah Kota Indramayu. Banjir tersebut diakibatkan air kiriman Sungai Cimanuk dari daerah lain. Ribuan rumah pun harus terendam karena tingginya debit air Cimanuk. Beruntung debit air kiriman berhasil diturunkan sehingga air surut kembali. Kini air pun kembali menggenangi sebagian kecil wilayah Indramayu. Namun banjir kali ini lebih diakibatkan oleh hujan yang turun semalaman.***

Bagikan: