Pikiran Rakyat
USD Jual 14.540,00 Beli 14.240,00 | Umumnya berawan, 28 ° C

Lagi, Terduga Teroris Ditangkap di Bekasi

Tommi Andryandy
Ilustrasi.*/DOK PR
Ilustrasi.*/DOK PR

CIKARANG, (PR).- Detasemen Khusus 88 Anti Teror kembali menangkap seorang terduga teroris di Kabupaten Bekasi. Penangkapan ini merupakan pengembangan dari penggerebekan terduga teroris lainnya di Kecamatan Babelan yang berafiliasi dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Lampung.

“Jadi setelah pengembangan dari penangkapan yang di Babelan, Densus dibantu Kepolisian Daerah Metro Jaya dan Tim Cobra Kepolisian Resor Metro Bekasi mengamankan terduga ini di kontrakannya,” kata Kepala Kepolisian Sektor Cikarang, Komisaris Sujono, Jumat, 10 Mei 2019.

Berdasarkan informasi yang dihimpun “PR”, penangkapan dilakukan terhadap terduga teroris berinisial S (29) pada Kamis, 9 Mei 2019 sekitar pukul 3 sore. S ditangkap di sebuah kontrakan di Kampung Cibereum RT 02/04 Desa Mekar Mukti Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi.

Penangkapan ini hanya berselang lima hari dari penggerebekan SL (34), terduga teroris di Kampung Pangkalan RT 11/04 Desa Kedungpangawas Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi.

“Saat ditangkap tidak ada perlawanan, sebelumnya memang sudah ada penyisiran dari Tim Densus. Karena sudah disisir, yang bersangkutan tidak melakukan perlawanan. Barang bukti tidak diketahui itu kewenangan densus, namun telepon genggam milik terduga,” kata dia.

Diungkapkan Sujono, S merupakan warga Desa Grobog Kulon Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. S baru sekitar dua bulan mengontrak di Cikarang.

Tidak ada kecurigaan warga saat S tinggal di lingkungannya. S bahkan dikenal sebagai perantau yang berencana berdagang bubur sumsum.

“Dia berencana jualan bubur, ada gerobak bubur sumsum di sekitar kontrakannya. Gerobaknya baru, belum digunakan. Tapi dia sudah belaja, karena ditemukan bahan-bahan buat membuat bubur, seperti terigu dan sebagainya,” ucap dia.

Berdasarkan catatan “PR”, diamankannya S menggenapi penangkapan terduga teroris di Bekasi menjadi enam orang dalam kurun lima hari. Tiga pertama ditangkap di Babelan pada Sabtu, 4 Mei 2019. Kemudian, sehari berselang YM ditangkap di Rawalumbu Kota Bekasi, lalu EY ditangkap di Duren Sawit, Jakarta Timur.***

Bagikan: