Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Cerah berawan, 30.1 ° C

Pelaku Hipnotis Berkeliaran, Penjaga Nitrogen Kehilangan Motor

Tim Pikiran Rakyat
DIKIkini hanya bisa menyesali nasibnya yang harus kehilangan sepeda motor Jupiter MX-nya karena dibawa kabur seseorang yang tak dikenalnya.*/AEP HENDY/KABAR PRIANGAN
DIKIkini hanya bisa menyesali nasibnya yang harus kehilangan sepeda motor Jupiter MX-nya karena dibawa kabur seseorang yang tak dikenalnya.*/AEP HENDY/KABAR PRIANGAN

SUMEDANG, (PR).- Diki (26), hanya bisa termenung menyesalkan nasib dirinya yang malang. Penunggu pengisian ulang nitrogen di SPBU Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler ini baru saja kehilangan sepeda motor miliknya yang dibawa kabur seseorang yang tak dikenalnya.

Ditemui di SPBU Pasawahan, Kamis 9 Mei 2019, Diki mengisahkan dirinya baru saja menjadi korban kejahatan pelaku gendam atau hipnotis. Hal itu terjadi saat dirinya tengah berjaga di SPBU Pasawahan pada Kamis pagi.  

"Tadi pagi kebetulan saya sedang berada di SPBU ini karena malamnya melaksaakan piket di tempat pengisian ulang nitrogen. Sekitar pukul 05.00, saya didatangi seseorang yang sama sekali tak saya kenali," ujar Diki.

Dikatakannya, orang tersebut saat itu langsung mengajaknya ngobrol. Dia banyak bertanya tentang pekerjaan Diki serta beberapa hal lainnya yang berkaitan dengan aktivitasnya seolah mau mengorek tentang keseharian Diki.

Dilihat dari sikap dan caranya mengajak Diki ngobrol, orang tersebut seolah sudah benar-benar mengenal Diki. Padahal Diki sendiri sama sekali tak mengenali orang tersebut.

Tak lama setelah itu, tuturnya, orang tersebut menyebutkan akan menjual handphone-nya dengan alasan sedang butuh uang. Iapun lalu menawarkan handphone-nya tersebut agar dibeli oleh Diki.

"Setelah tanya segala sesuatu hal tentang saya dan aktivitas saya, orang itu lalu menawarkan handphone-nya dengan alasan sedang terdesak dan membutuhkan uang. Ia menawarkan kepada saya untuk membeli handphone-nya tersebut," kata warga Desa Tanjungkamunding, Kecamatan Tarogong Kaler tersebut.

Namun karena Diki saat itu merasa tak membutuhkan handphone, maka iapun dengan halus menolak untuk membelinya. Setelah itu, tanpa banyak bicara lagi orang tersebut langsung pamit dan pergi.

Menurut Diki, sekitar pukul 07.00 WIB, orang tersebut datang lagi dan kembali mengajak ngobrol. Tak lama kemudian orang itu meminta Diki agar mengantarnya ke suatu tempat yang berada di daerah Tanjung. Namun karena saat itu Diki sedang bekerja, iapun kembali menolak permintaan orang tersebut.

"Setelah saya tolak permintaannya untuk diantar ke Tanjung, orang tersebut kemudian menepuk pundak saya. Tiba-tiba saya merasa berada di bawah alam sadar dan tidak sadar dan saya pun menyerahkan kunci sepeda motor saya kepadanya," ucap Diki kepada wartawan Kabar Banten, Aep Hendy.

Diceritakannya, masih dalam setengah sadar, Diki masih sempat melihat orang tersebut menghampiri sepeda motornya dan kemudian menggunakannya kemudian pergi. Tak lama setelah itu, Diki baru benar-benar sadar bahwa sepeda motornya telah dibawa kabur orang tak dikenal.

Bersama sejumlah rekannya, tutur Diki, ia sempat berusaha mengejar orang yang telah membawa kabur sepeda motornya itu. Namun apa daya, saat itu ia tak berhasil menemukannya hingga akhirnya dengan perasaan sangat menyesal ia kembali ke SPBU Pasawahan.

Akibat peristiwa tersebut, Diki mengalami kerugian sekitar Rp 9 juta karena sepeda motor Jupiter MX dengan nomor polisi Z 4845 FW hilang dibawa kabur pelaku gendam atau hipnotis.***

Bagikan: