Pikiran Rakyat
USD Jual 14.540,00 Beli 14.240,00 | Umumnya berawan, 28 ° C

Ketua DPRD Kabupaten Cirebon: Saya Tidak Menerima Uang Ketok Palu

Agung Nugroho
BUPATI Cirebon nonaktif, Sunjaya Purwadisastra, saat menjadi saksi di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung, Rabu 23 Januari 2019. Saat ini, dia menjadi terdakwa korupsi dan sedang menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung.*./ARMIN ABRUL JABBAR/PR
BUPATI Cirebon nonaktif, Sunjaya Purwadisastra, saat menjadi saksi di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung, Rabu 23 Januari 2019. Saat ini, dia menjadi terdakwa korupsi dan sedang menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung.*./ARMIN ABRUL JABBAR/PR

SUMBER, (PR).- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon, Mustofa, membantah dirinya maupun anggota dewan lain menerima “uang ketok palu” sebagai jasa untuk pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Ia pun mengaku tidak heran bila muncul pengakuan dari mantan Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra, soal pemberian uang tersebut.

“Pengakuan itu bukan barang baru. Sejak awal dia diperiksa oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) juga sudah bicara soal itu. Biarkan saja, yang penting saya merasa tidak menerima,” tutur dia kepada wartawan, Kamis, 9 Mei 2019.

Mustofa mengatakan, pengakuan Sunjaya pada persidangan di depan majelis hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Bandung, Rabu, 8 Mei 2019 bukan sesuatu yang harus ditanggapi secara serius. Sejak awal, tidak hanya dirinya dan anggota dewan lain, sejumlah pihak juga disebut telah menerima pemberian dari Sunjaya.

“Itu semua disebutkan, sampai Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah), aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM), sampai uang kondangan hajatan pun disebut. Bahkan ada juga kalau dia memberi ke oknum wartawan. Tapi saya percaya itu tidak akan digubris,” tutur dia.

Mustofa menuturkan, ia meminta agar Sunjaya lebih fokus saja pada persoalan yang sedang dihadapi. Dia berharap, mantan bupati itu bisa memperoleh keadilan sesuai yang diminta dalam pledoinya.

“Harusnya lebih fokus saja pada masalahnya sendiri. Itu akan lebih baik. Kalau bicara dia memberi ke banyak pihak, berarti sama saja dia mengakui kalau telah menerima pemberian. Malah itu bentuk pengakuan yang bisa memberatkan,” tuturnya.

Pleidoi Bupati Cirebon nonaktif menyertakan catatan pemasukan dan pengeluaran

Logo Kabupaten Cirebon/DOK. PR

Diberitakan “PR”sebelumnya, Bupati Cirebon nonaktif, Sunjaya Purwadisastra, mengungkap adanya aliran dana kepada Ketua DPRD Kabupaten Cirebon. Dana sebesar Rp1,5 miliar itu diberikan di tahun 2017 untuk keperluan pembahasan Rancangan Peraturan daerah (Raperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Cirebon.  Tidak hanya itu, uang sebesar Rp1 miliar juga mengalir ke seluruh anggota DPRD Cirebon pada saat pembahasan APBD.

"DPRD Cirebon pernah meminta untuk pembahasan Raperda RTRW Rp2 miliar. Tapi realisasi Rp 1,5 miliar,  tahun 2017," ujar Sunjaya usai persidangan dengan agenda penyampaian nota pembelaan atau pleidoi, di Pengadilan Tipikor Bandung.

Sunjaya dalam pledoinya menyebutkan, selain kepada Ketua DPRD, selama menjadi bupati ia juga kerap memberikan uang kepada DPRD saat pembahasan APBD atau APBD Perubahan. Ia mengistilahkannya sebagai “uang ketok palu” yang diberikan Sekretaris Daerah sebagai Ketua TAPD.

Dalam persidangan, Sunjaya tidak hanya mengungkap aliran dana kepada Ketua DPRD dan anggota DPRD saja.  Ia juga membawa beberapa lembar kertas berisi daftar penerimaan dan pengeluaran uang yang ditulis tangan.

Di kertas penerimaan, disebutkan sejumlah uang yang masuk melalui ajudan dan sekretaris pribadi (sekpri). Uang yang disetorkan kepada Sunjaya lewat ajudan dan sekpri di antaranya berasal dari promosi jabatan, Dinas Perizinan, serta setoran para camat se-Kabupaten Cirebon. Sementara pada kertas pengeluaran, tertulis beberapa penjelasan termasuk pengeluaran yang cukup besar, yang jumlahnya mencapai Rp 14.715.000.000.***

Bagikan: