Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian cerah, 31.3 ° C

Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin Keluar dari Lapas Sukamiskin

Irwan Natsir
Rachmat Yasin.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
Rachmat Yasin.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

CIBINONG, (PR).- Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin, Rabu, 8 Mei 2019 keluar dari Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung untuk melaksanakan cuti menjelang bebas (CMB). Ia langsung pulang ke kediamannya di Dramaga, Kabupaten Bogor setelah dijemput oleh sanak keluarganya.

Rachmat Yasin, dijatuhi hukuman penjara 5 tahun 6 bulan dan denda Rp300 juta terkait suap senilai Rp 4,5 miliar guna memuluskan rekomendasi surat tukar menukar kawasan hutan atas nama PT Bukit Jonggol Asri. Rencananya pada bulan Agustus mendatang ia sudah bebas murni.

Keluarnya  mantan Ketua DPW PPP Jawa Barat disambut khusus di kediamannya di Dramaga. Dalam pesan whatsapp yang diterima, Majelis Dzikir Ar-Rahmah mengadakan acara penyambutan kedatangannya  dengan acara buka bersama.

Dalam foto yang diterima “PR” pada Rabu pagi terlihat sejumlah kerabat Rachmat Yasin di luar LP Sukamiskin bersalaman. Kemudian ada foto Rachmat Yasin tengah melakukan sujud syukur di teras gedung di LP Sukamiskin.

Kalapas Sukamiskin Tejo Herwanto, Rabu, 8 Mei 2019, kepada wartawan mengatakan Rachmat Yasin akan mulai melaksanakan cuti menjelang bebas (CMB).

“Rachmat akan dibebaskan melalui tahap cuti menjelang bebas (CMB) yang merupakan usulan dari Lapas Sukamiskin. Usulan dari Lapas (Sukamiskin) karena yang bersangkutan telah memenuhi persyaratan Administratif dan Substantif,” katanya.

Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin, Rabu, 8 Mei 2019 keluar dari Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung untuk melaksanakan cuti menjelang bebas (CMB).*/DOK ISTIMEWA

Nantinya, saat CMB, Rachmat dapat pulang ke rumahnya namun masih dalam pengawalan dan pengawasan petugas Bapas Bogor. “Kalau untuk bebas murninya nanti bulan Agustus 2019,” ujar Tejo.

Adapun untuk bebas murninya mantan Bupati Bogor  itu, dijadwalkan pada bulan Agustus 2019.  Dalam melaksanakan CMB, mantan bupati yang akrab dijuluki RY ini diperbolehkan pulang ke rumahnya. “Pulang ke rumah dengan pengawasan dan pembimbingan Bapas Bogor,” katanya.

Seperti diketahui, RY resmi ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait dengan surat rekomendasi tukar menukar kawasan hutan di Kabupaten Bogor. Luas kawasan hutan yang disetujui beralih fungsi tersebut mencapai 2.754 hektare. 
Setelah melalui rangkaian panjang persidangan, RY  divonis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung selama 5 tahun 6 bulan dan denda Rp 300 juta lantaran terbukti menerima suap sebesar Rp. 4,5 miliar.

RY dinyatakan bersalah melanggar Pasal 12 (a) UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaiman diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001.***

Bagikan: