Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sedikit awan, 25.3 ° C

Hari Pertama Puasa, Penjualan Daging Ayam di Ciamis Meningkat 20 Persen

Nurhandoko
SEORANG pedagang daging ayam, Ida, yang berjualan di Pasar Subuh Ciamis, Senin, 6 Mei 2019. Hari pertama puasa, permintaan daging ayam meningkat hingga 20 persen dibandingkan hari biasa.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR
SEORANG pedagang daging ayam, Ida, yang berjualan di Pasar Subuh Ciamis, Senin, 6 Mei 2019. Hari pertama puasa, permintaan daging ayam meningkat hingga 20 persen dibandingkan hari biasa.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR

CIAMIS, (PR).- Hari pertama puasa, permintaan daging ayam di tatar Galuh Ciamis meningkat. Harga salah satu komoditas peternakan tersebut juga masih bertahan tinggi, yakni sekitar Rp40.000 per kilogram.

Pantauan di Pasar Subuh Ciamis, Senin, 6 Mei 2019, pedagang ayam banyak dikerubuti pembeli. Menjelang siang, stok daging ayam broiler yang biasanya masih menumpuk, tetapi saat itu tidak terlihat lagi. Pada hari pertama puasa itu, beberapa pedagang terlihat tidak membuka lapak dagangannya.

“Ada peningkatan sekitar 15 -20  persen dibanding hari biasa. Kenaikan permintaan juga terjadi pada hari Minggu, 5 Mei 2019, mungkin untuk persiapan sahur pertama. Alhamdulillah barang juga tinggal sedikit,” ungkap Ida, salah serang pedagang daging ayam.

Dia mengungkapkan, sejak permintaan naik, ia pun menambah jumlah ayam yang dipotong. Saat ini, Ida menyediakan rata-rata sekitar 100 kilogram. Jumlah itu sedikit lebih banyak dibanding hari biasa. 

“Soal harga juga masih bertahan Rp40.000 per kilogram. Saya juga tidak tahu sampai kapan harganya akan bertahan, soalanya juga tergantung saat beli dari bandar. Biasanya awal puasa harga tinggi, selanjutnya pertengahan harga turun, dan kembali naik menjelang Lebaran,” katanya.

SEORANG pedagang daging ayam, Ida, yang berjualan di Pasar Subuh Ciamis, Senin, 6 Mei 2019. Hari pertama puasa, permintaan daging ayam meningkat hingga 20 persen dibandingkan hari biasa.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR

Stok ayam masih mencukupi

Menyinggung stok ayam, dia mengaku belum mendapatkan infromasi dari bandar yang menjadi langangannya. Alasannya, hari ini bandarnya pun tidak berjualan. Namun demikian, dia berharap stok ayam tidak berkurang.

“Stok kayaknya ada, soalnya hari ini bandar tutup. Semoga saja stoknya cukup. Saat bulan puasa permintaan juga lebih banyak dibandingkan hari biasa,” ujar Ida.

Pedagang lainnya, Wawan, juga mengungkapkan hal serupa. Harga ayam Rp40.000 per kilogram dikatakannya masih lebih murah jika dibandingkan menjelang tutup tahun 2018, yang mencapai Rp43.000 – Rp44.000 per kilogram.

“Saat ini ada kenaikan sekitar Rp 2.000 dibandingkan awal bulan Mei, Rp 38.000 per kilorgam. Meski pun sedikit naik, penjualan juga ada sedikit naik. Biasanya memang siklusnya seperti itu, awal puasa naik, kemudian pertengahan turun, dan menjelang lebaran kembali naik,” katanya.

Dia mengatakan, harga daging ayam juga sangat fluktuatif. Bahkan dalam kondisi tertentu, lanjutnya, harga bisa berubah dua kali dalam sehari.

“Sebagai pedagang juga tidak mungkin sekaligus menaikkan harga. Lebih baik memilih mengurangi sedikit keuntungan, sehingga pelanggan tidak kabur,” tutur Wawan.***

Bagikan: