Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Cerah berawan, 29.9 ° C

Ada 12 Daerah di Pulau Jawa yang Memiliki Eliminasi Malaria

Agus Kusnadi
KEMENTERIAN Kesehatan RI lakukan sosialisasi bersama dua daerah di Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah untuk melakukan penanganan khusus dalam pemberantasan malaria antar lintas batas di aula Setda Kabupaten Pangandaran di Parigi, Selasa, 7 Mei 2019.*/AGUS KUSNADI/KP
KEMENTERIAN Kesehatan RI lakukan sosialisasi bersama dua daerah di Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah untuk melakukan penanganan khusus dalam pemberantasan malaria antar lintas batas di aula Setda Kabupaten Pangandaran di Parigi, Selasa, 7 Mei 2019.*/AGUS KUSNADI/KP

PARIGI,(PR).- Berdasarkan data dari Balai Besar Teknis Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Jakarta Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tercatat ada12 kabupaten/kota di pulau Jawa yang memiliki eliminasi malaria.

"Kalau tahun 2019 ini ada 10 kabupaten/kota yang memiliki eliminasi malari, 4 daerah diantaranya di Jawa Barat termasuk di Kabupaten Pangandaran," ungkap Kepala Balai Besar Teknis Kesehatan Lingkungan Dan Pengendalian Penyakit Jakarta Kementerian Kesehatan RI, Zainal Ilyas Nampira, saat melakukan sosialisasi eliminasi malari di aula Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran di Parigi, Selasa, 7 Mei 2019.

Zainal mengatakan, di Pangandaran sendiri terdapat 23 kasus malaria sepanjang tahun 2018 hingga sekarang. Maka menurut dia, perlu dilakukan percepatan untuk membahas antar lintas sektor. "Maka sekarang sedang di bahas antar lintas sektor, ada Pemprov Jawa Barat dan Jawa Tengah, Kemenkes, dan ada Pemda Pangandaran dan Cilacap," ujarnya seperti dilaporkan wartawan Kabar Priangan Agus Kusnadi.

Adapun yang di bahas dalam sosialisasi tersebut kata Zainal yaitu untuk membahas zonasi apa saja yang harus dilakukan Kemenkes, dan apa yang harus dilakukan pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah hingga kecamatan dan desa untuk melakukan koordinasi agar bisa menanggulani kasus malari tersebut.

"Supaya bisa langsung ditangani dan supaya malaria tidak menyebar kemana-mana. Termasuk masuk mendata nama dan alamat ke 23 warga yang terjangkit malaria di Pangandaran, sudah sampai sejauh mana penanganannya," paparnya.

Sementara Bupati Pangandaran Jeje wiradinata membenarkan ada 23 kasus malaria di Kabupaten Pangandaran. "Yang terbanyak ada di Kecamatan Kalipucang, seperti di Desa Palatar Agung dan Pamotan ada 20 kasus, karena desa tersebut berbatasan dengan Desa Rawa Apu Kabupaten Cilacap Jawa Tengah yang terdapat hamparan rawa-rawa yang bisa berkembang biak bagi nyamuk malari. Banyak kolam-kolam juga di sana," ujar Jeje.

Lalu ada 3 kasus lagi ada di Kecamatan Langkaplancar. "Kalau kasus yang di Langkaplancar itu bawaan dari luar Pangandaran, mereka kerja di Bogor terkena malaria terus pulang ke Langkaplancar," ujarnya.

Maka upaya untuk penanggulangannya, kata Jeje, sekarang sedang difokuskan penanganannya, karena nyamuk malari itu bisa terbang hingga jarak sekitar 3 sampai 4 kilometer. Jadi kalau gerakannya upaya pemberantasannya sama antara Rawa Apu Cilacap dengan Kalipucang Pangandaran, maka menurut Jeje, perlu ada pertemuan lintas batas.

"Jadi gerakannya harus bersama-sama. Kalau kita membuat langkah-langkah pasif yang sama aja bohong. Tapi katanya Cilacap sudah melakukan langkah-langkah dari sejak tiga tahun ke belakang," kata Jeje.***

Bagikan: