Pikiran Rakyat
USD Jual 14.289,00 Beli 14.191,00 | Langit umumnya cerah, 23 ° C

Inspektorat Banjar Selesaikan Kasus Balokang

Tim Pikiran Rakyat
KEPALA Inspektorat Kota Banjar Ojat Sudrajat.*/AGUS BERRIE/KABAR PRIANGAN
KEPALA Inspektorat Kota Banjar Ojat Sudrajat.*/AGUS BERRIE/KABAR PRIANGAN

BANJAR, (PR).- Inspektorat Kota Banjar telah merampungkan hasil investigasi kasus dugaan korupsi di desa Balokang. Menurut Kepala Inspektorat Kota Banjar Ojat Sudrajat, investigasi sudah disampaikan ke Polres Banjar. Investigasi dilakukan tim dari Inspektorat selama dua bulan berjalan.

"PR kita sudah selesai untuk investigasi kasus itu. Investigasi kami lakukan atas permintaan Polres Banjar," ujar Ojat, Jumat 3 Mei 2019.

Ojat mengatakan untuk audit investigasi biasanya paling cepat dua sampai tiga bulan dan maksimal enam bulan. Namun pihaknya dapat menyelesaian selama dua bulan. Sebab dalam perjalanannya tidak ada kendala yang menghambat proses investigasi. "Sudah kami sampaikan hasilnya ke Polres Banjar. Kewenangannya tinggal di Polisi untuk menentukan tersangka," kata dia.

Terpisah Kasat Reskrim Polres Banjar selaku Ketua Tim Tipikor Polres Banjar AKP Yanto Slamet membenarkan jika pihaknya telah menerima hasil investigasi dari Inspektorat. Kini pihaknya maih proses pemeriksaan saksi.

"Oh iya untuk Balokang itu masih berjalan, prosesnya pemeriksaan saksi-saksi. Dalam waktu dekat kami akan menghadirkan saksi ahli. Sementara ini belum ada penetapan tersangka dan dugaan tersangkanya masih satu orang," ucap dia kepada wartawan Kabar Priangan, Agus Berrie.

Sebelumnya Tipikor Polres Banjar mengendus dugaan kasus kerupsi yang merugikan uang negara di Desa Balokang. Di bawah kepemimpinan Kapolres AKBP Matrius itu, polisi sudah mengantongi dua nama berinisial O dan Y atas dugaan kasus korupsi dana yang dikelola oleh desa antara lain Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Balokang, Kota Banjar sejak tahun 2015. 

Menurut Matrius yang kini bertugas di Polres Purwakarta, hasil pengembengan penyelidikan pihaknya, ada 3 kasus di Desa Balokang yang mencatut dua oknum aparatur desa. Kerugian negara atas dugaan kasus penyelewengan dana tersebut sekitar Rp375 juta, kerugian negara versi tipikor.***

Bagikan: