Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian berawan, 17.3 ° C

Runasih, Warga Tasikmalaya yang Hilang Tertimbun Longsor Ditemukan Tewas

Bambang Arifianto
JASAD Runasih (60) ditemukan meninggal tertimbun longsor yang menerjang Kampung Pacargantung, Desa Karangjaya, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat 3 Mei 2019. longsor itu menghacurkan dua rumah dan memutus akses jalan kampung.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR
JASAD Runasih (60) ditemukan meninggal tertimbun longsor yang menerjang Kampung Pacargantung, Desa Karangjaya, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat 3 Mei 2019. longsor itu menghacurkan dua rumah dan memutus akses jalan kampung.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

SINGAPARNA, (PR).- Setelah melakukan evakuasi sejak Jumat 3 Mei 2019 pagi,  Runasih (60), warga Kampung Pacargantung, Desa Karangjaya, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya yang hilang tertimbun longsor akhirnya ditemukan. Runasih ditemukan meninggal.

‎Korban ditemukan sekira pukul 14.00 WIB. Ia meninggal dengan dengan kondisi tertimbun material rumah dan tanah.

Saat ditemukan, jasad korban dalam kondisi tertelungkup dengan tangan kanan terjepit kusen dan tangan kiri tertekuk ke arah muka. Kepala Pelaksanan BPBD Kabupaten Tasikmalaya Wawan R Efendy mengapresiasi kinerja tim penyelamat gabungan dari unsur BPBD, Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Basarnas, TNI, Polri yang cepat menemukan dan mengangkat jasad korban.

Longsor tak hanya merenggut korban dan kerusakan rumah. Bencana itu turut memutus akses jalan warga Pacargantung. Wawan menyatakan terdapat 40 keluarga atau satu RT yang terisolasi karena putusnya jalan. Untuk itu, BPBD akan melakukan survei terlebih dahulu guna mencari solusi agar warga tak terisolasi.

TIM penyelamat menyemprot timbunan tanah saat mencari korban longsor di Kampung Pacargantung, Desa Karangjaya, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat 3 Mei 2019.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

Longsor terjadi pada Kamis 2 Mei 2019. Eti Suhaeti (55), warga Pacargantung menuturkan, longsor terjadi dua kali masing-masing pukul 17.30 dan 18.00.

Saat itu, hujan deras mengguyur lokasi kejadian. Eti baru saja tiba di kediamannya. Ia melihat pohon-pohon di atas bukit di atas pemukimannya bergoyang.

Ia segera berteriak meminta tetangga rumahnya, pasangan suami-istri Soleh (38) dan Noneng (34) segera keluar rumah.  Kediaman Eti dengan pasangan suami-istri tersebut hanya berjarak 6 meter.

Lokasi rumah keduanya tepat berada di bawah tebing bukit. Soleh segera keluar dengan membawa putrinya, Ririn (6). Noneng menyusul sembari memangku anak keduanya, M Ridwan yang berusia 14 bulan. Soleh sempat kembali ke rumah untuk membantu istrinya yang terjatuh.

Nahas, ibu Noneng yang bernama Runasih (60) terlambat menyelamatkan diri. Runasih tertimbun longsoran tanah dan material rumah. "Longsoran menyodok bangunan," ucap Eti.

TIM penyelamat menyemprot timbunan tanah saat mencari korban longsor di Kampung Pacargantung, Desa Karangjaya, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat 3 Mei 2019.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

Ia menuturkan, kejadian tersebut berlangsung cepat. Selepas kejadian pertama, longsor kedua terjadi. Selain rumah Soleh, kediaman Runasih yang berada di atasnya tertimbun tanah. Ketika peristiwa berlangsung, Runasih tengah berada di tempat tinggal anaknya.

Proses pencarian korban terus dilakukan petugas penyelamat. "Belum ketemu, tidak tahu lokasinya," ucap Eti.

Sempat longsor pada akhir April

Berdasarkan pantauan di lokasi, kedua rumah itu tak terlihat sama sekali. Timbunan tanah mencapai 1-3 meter. Retakan tanah menganga dan memanjang pada tebing serta memotong jalan kampung yang berada di atas rumah korban.

Eti mengatakan, longsor kecil memang sempat terjadi di Pacargantung pada Senin 29 April 2019. Longsor juga memutus jalan kampung itu. Akses kampung tersebut kembali bisa dilalui setelah warga mengeruk timbunannya. Namun, tanda-tanda retakan tanah tak terlihat. Sementara itu, tim penyelamat dari BPBD, Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Basarnas, TNI, Polri telah berada di tempat peristiwa. 

Satgas BPBD Kabupaten Tasikmalaya Herman Suherman mengatakan, proses evakuasi korban tengah dilakukan. Proses evakuasi diarahkkan untuk mengangkat material longsor.

"Longsorannya diangkat supaya menipisi ketebalannya," ucap Herman. Dengan cara tersebut, keberadaan Runasi bisa terlacak dan ditemukan.

 Petugas terkendala mengerakan alat berat guna membantu proses pencarian. Kondisi tanah masih labil untuk pijakan alat berat seperti backhoe. Pencarian dilakukan secara manual menggunakan cangkul dan penyemprot air.‎***

Bagikan: