Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Sedikit awan, 25.1 ° C

Pileg dan Pilpres di Purwakarta, Efek Ekor Jas Tak Berlaku untuk Dedi Mulyadi

Hilmi Abdul Halim
KETUA Tim Kemenangan Daerah Jawa Barat Dedi Mulyadi ketika ditemui salah satu hotel di Jalan Cihampelas, Kota Bandung, belum lama ini.*/NOVIANTI NURULLIAH/PR
KETUA Tim Kemenangan Daerah Jawa Barat Dedi Mulyadi ketika ditemui salah satu hotel di Jalan Cihampelas, Kota Bandung, belum lama ini.*/NOVIANTI NURULLIAH/PR

PURWAKARTA, (PR).- Mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi kemungkinan besar terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia mewakili Daerah Pemilihan VII Jawa Barat. Padahal, perolehan suara Pemilihan Presiden di daerahnya justru dimenangkan pasangan Prabowo-Sandiaga Uno.

Keterpilihan Dedi Mulyadi membuktikan efek ekor jas Pilpres tidak memengaruhi elektabilitas calon legislatif dari partai pengusung Joko Widodo-Maaruf Amin. "Tapi dia punya modal politik yang luar biasa apalagi di Purwakarta," kata pengamat politik sekaligus Direktur Job Politicoon Indonesia, Asep Gunawan.

Modal politik yang dimaksud ialah jabatannya sebagai Ketua Partai Golongan Karya Jawa Barat dan Ketua Tim Kampanye Daerah Jawa Barat untuk pasangan Jokowi-Maaruf. Karena itu, peluang Dedi Mulyadi dalam pemilihan legislatif kali ini sangat besar.

Menurut hasil perhitungan suara Komisi Pemilihan Umum di tingkat Kabupaten Purwakarta, pasangan calon presiden Jokowi-Maaruf mendapatkan 155.863 suara. Sedangkan, perolehan suara Prabowo-Sandiaga mencapai 406.988 suara.

Adapun, Dedi Mulyadi memperoleh 107.341 suara. Kandidat yang tidak diperhitungkan lolos sebelumnya justru Putri Komarudin dari Partai Golkar dan Rieke Diah Pitaloka dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Putri yang merupakan anak anggota DPR-RI Ade Komarudin mendapatkan suara sebanyak 22.205. Perolehannya bahkan mengungguli mantan Bupati Karawang Dadang S Muchtar yang mendapatkan 3.274 suara pada Pileg kali ini.

Keterpilihan Putri Komarudin mengejutkan karena dia dianggap pendatang baru di dunia politik. "Yang membuat dia terpilih bukan pribadinya yang mumpuni. Kenapa terpilih? Faktor keterpilihannya karena pengaruh bapaknya," ujar Asep.

Ade Komarudin dipercaya menggunakan mesin politiknya untuk mendongkrak elektabilitas anaknya. Ia juga dinilai cukup baik merawat mesin politiknya yang sudah ada seperti halnya Rieke Diah Pitaloka yang kembali terpilih menjadi anggota DPR RI.

Sama seperti halnya Dedi Mulyadi, keterpilihan Rieke juga dinilai tidak berkaitan dengan efek ekor jas pasangan Jokowi-Maaruf. Dalam Pileg 2019, Rieke mendapatkan 10.462 suara di Dapil VII yang meliputi Kabupaten Purwakarta, Karawang dan Bekasi.

"Jangan lupa, dia bukan pendatang baru. Dia petahana untuk anggota DPR RI. Artinya dia termasuk yang bisa merawat, menjaga mesin politiknya," tutur Asep. Ia menduga kantong suaranya lebih banyak dari wilayah Kabupaten Karawang dan Bekasi. ***

Bagikan: