Pikiran Rakyat
USD Jual 14.540,00 Beli 14.240,00 | Umumnya berawan, 28 ° C

Longsor Timbun Dua Rumah, Seorang Warga Hilang

Bambang Arifianto
LONGSOR timbun dua rumah di Kampung Pacargintung, Desa/Kecamatan Karangjaya, Jumat 3 Mei2019. Satu warga hilang dalam kejadian itu.*/ BAMBANG ARIFIANTO/PR
LONGSOR timbun dua rumah di Kampung Pacargintung, Desa/Kecamatan Karangjaya, Jumat 3 Mei2019. Satu warga hilang dalam kejadian itu.*/ BAMBANG ARIFIANTO/PR

SINGAPARNA, (PR).- Longsor menimbun dua rumah di Kampung‎ Pacargantung, RT/RW 01, Desa/Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Seorang warga hilang dalam kejadian tersebut.

Longsor tersebut terjadi pada Kamis 2 Mei 2019. Eti Suhaeti (55), warga Pacargantung menuturkan, longsor terjadi dua kali masing-masing pukul 17.30 dan 18.00 WIB. Saat itu, hujan deras mengguyur lokasi kejadian. Eti baru saja tiba di kediamannya. Ia melihat pohon-pohon di atas bukit di atas pemukimannya bergoyang. Ia segera berteriak meminta tetangganya, pasangan suami isteri Soleh (38) dan Noneng (34) segera keluar rumah.  Kediaman Eti dengan pasangan suami isteri tersebut memang hanya berjarak 6 meter. Lokasi rumah keduanya tepat berada di bawah tebing bukit. Soleh segera keluar dengan membawa putrinya, Ririn (6). Noneng menyusul sembari memangku anak keduanya, M Ridwan yang berusia 14 bulan. Soleh sempat kembali ke rumah untuk membantu isterinya yang terjatuh.

Nahas, Ibu Noneng yang bernama Runasih (60) terlambat menyelamatkan diri. Mak Runasih tertimbun longsoran tanah dan material rumah. "Jadi longsoran menyodok bangunan," ucap Eti di lokasi kejadian, Jumat 3/ Mei 2019. Ia menuturkan, kejadian tersebut berlangsung cepat. Selepas kejadian pertama, longsor kedua terjadi. Selain rumah Soleh, kediaman Mak Runasih yang berada di atasnya tertimbun tanah. Ketika peristiwa berlangsung, Mak Runasih tengah berada di tempat tinggal anaknya. Proses pencarian sang nenek pun terus dilakukan petugas penyelamat. "Belum ketemu, tidak tahu lokasinya," ucap Eti. Berdasarkan pantauan "PR"kedua rumah itu tak terlihat sama sekali. Timbunan tanah mencapai 1-3 meter. Retakan tanah menganga dan memanjang pada tebing serta memotong jalan kampung yang berada di atas rumah korban.

Eti menambahkan, longsor kecil memang sempat terjadi di Pacargantung pada Senin (29/4/2019). Longsor itu juga memutus jalan kampung itu. Namun, akses kampung tersebut kembali bisa dilalui setelah warga mengeruk timbunannya. Namun, tanda-tanda retakan tanah tak terlihat. Sementara itu, tim penyelamat dari BPBD, Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Basarnas, TNI, Polri telah berada di tempat peristiwa.  Satgas BPBD Kabupaten Tasikmalaya Herman Suherman (30) mengatakan, proses evakuasi korban tengah dilakukan. Proses evakuasi, lanjut Herman, diarahkkan untuk mengangkat material longsoran. "Longsorannya diangkat supaya ketebalannya menipis," ucap Herman. Dengan cara tersebut, keberadana Mak Runasi bisa terlacak dan ditemukan.

Petugas terkendala menggerakan alat berat guna membantu proses pencarian. Soalnya, kondisi tanah masih labil untuk pijakan alat berat seperti backhoe. Pencarian pun dilakukan secara manual menggunakan pacul dan penyemprot air. Petugas mengimbau warga yang tinggal di lokasi rawan longsor itu untuk mengungsi sementara jika hujan turun. Warga juga diminta tak menempati rumahnya, dan tidur di tempat aman ketika malam. Saat ini, masih ada sekitar tiga rumah di sekitar lokasi bencana. ***

Bagikan: