Pikiran Rakyat
USD Jual 14.106,00 Beli 13.806,00 | Umumnya berawan, 22.4 ° C

Bawaslu Kabupaten Bekasi Selidiki Dugaan Politik Uang Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Saat Kampanye

Tommi Andryandy
ILUSTRASI politik uang.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT
ILUSTRASI politik uang.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT

CIKARANG, (PR).- Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Bekasi tengah menyelidiki dugaan pelanggaran pemilihan legislatif 2019 yang dilakukan calon anggota legislatif dari Partai Golkar, Sunandar. Pria yang juga Ketua DPRD Kabupaten Bekasi itu diduga melakukan money politics dengan membagikan sembako (sembilan bahan pokok) pada warga saat berkampanye.

Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu Kabupaten Bekasi, Khaerudin, mengatakan, informasi tersebut diterima sebagai temuan. Kendati demikian, dia menegaskan, Bawaslu tengah menginvestigasi temuan pelanggaran kampanye itu.

”Dugaan itu sudah masuk menjadi informasi awal dan kami sedang investigasi. Apabila melakukan investigasi berarti sudah ada dugaan pelanggaran,” kata dia saat dihubungi, Rabu, 1 Mei 2019.

Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum pasal 280 ayat 1 (j) menyebutkan, pelaksana, peserta, dan tim Kampanye pemilu dilarang menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada peserta kampanye pemilu. Pelanggar bahkan bisa dikenakan pidana penjara hingga dua tahun.

Sedangkan, Sunandar diduga melakukan politik uang berupa pembagian sembako. Ia diduga melakukan saat berkampanye di Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan.

Pembagian sembago benar terjadi, tapi Sunandar membantah itu telah dilakukannya

null

Temuan itu diketahui dari surat yang dikeluarkan Bawaslu Kabupaten Bekasi nomor 175/K-Bawaslu-JB-03/TU.03/IV/2019, hal undangan, tangal 27 April 2019. Khaerudin mengatakan, Bawaslu sudah melakukan investigasi ke lapangan dengan memintai keterangan beberapa saksi. Pihaknya sudah menemukan memang benar ada pembagian sembako saat kampanye Sunandar sebagai caleg dari Partai Golkar.

”Untuk sementara, kami sudah mengetahui adanya dugaan pembagiaan sembako. Namun hal ini masih proses klarifikasi, dan besok kami akan lakukan pemeriksaan saksi yang melihat langsung,” tuturnya. 

Sementara itu, Sunandar membantah telah melakukan pelanggaran. Menurut dia, dalam acara di Cikarang Selatan itu, dirinya diundang sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bekasi. Dalam sambutannya pun, Sunandar menolak disebut meminta dukungan pada warga.

“Saat itu saya datang sebagai Ketua Dewan, saya pun diundang dalam kegiatan silaturahmi. Tidak ada atribut maupun alat peraga kampanye. Saya juga di situ tidak meminta untuk dipilih, saya cuma minta didoakan agar selalu sehat kepada masyarakat,” ucap dia.

Sedangkan, mengenai pembagian sembako, ia mengakuinya. Namun, sembako dibagikan oleh relawan tanpa sepengetahuan dia sebelumnya.

“Jadi saya tidak tahu bakal ada bagi-bagi sembako, ternyata relawan tiba-tiba membagikan. Itu juga tidak ada stiker atau apapun. Sembako itu juga bukan dari uang saya, hanya para relawan saja. Tapi saya serahkan saja persoalannya pada Bawaslu,” ucap dia.***

Bagikan: