Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 23.6 ° C

Memasuki Panen Raya, Indramayu Kekurangan Buruh Tani

Gelar Gandarasa
PETANI di wilayah Pecuk, Indramayu tengah menimbang hasil panen mereka belum lama ini. Memasuki musim tanam, ketersediaan tenaga buruh minim.*/GELAR GANDARASA/PR
PETANI di wilayah Pecuk, Indramayu tengah menimbang hasil panen mereka belum lama ini. Memasuki musim tanam, ketersediaan tenaga buruh minim.*/GELAR GANDARASA/PR

INDRAMAYU, (PR).- Perbandingan jumlah buruh tani dengan lahan yang ada belum mencukupi. Di Indramayu, saat ini sejumlah petani telah memulai kembali proses tanam padi.

Memasuki puncak panen raya kali ini, kebanyakan petani mempercepat proses tanam karena persediaan air yang cukup. Akibatnya tenaga buruh tani pun ramai dipakai.

Minimnya buruh membuat pelaksanaan proses tanam menjadi terhambat. "Kita kekurangan buruh. Buruh tani rata-rata sudah dipekerjakan," kata Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu Sutatang, ketika ditemui Senin, 29 April 2019.

Tak heran masih ada sebagian lahan yang belum melaksanakan tanam karena tak kebagian tenaga kerja. Menurutnya minimnya jumlah buruh kerap terjadi di musim-musim panen. Para buruh tani selalu kebagian pekerjaan saat masa-masa panen dan tanam kembali.

Dia pun menilai, perlu adanya regenerasi supaya kegiatan tanam padi bisa berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Sayangnya minat masyarakat untuk menjadi buruh tani masih sangat minim. "Buruh tani didominasi dengan usia yang sudah tua," katanya.

Jika tak ada regenerasi dikhawatirkan Indramayu benar-benar akan kekurangan tenaga di bidang pertanian. "Semoga saja makin banyak warga yang tertarik mengembangkan dan menanam padi," katanya.

Dia mengatakan, potensi pertanian di Indramayu sangat besar. Jika dikelola dengan baik maka bisa menjanjikan bagi perekonomian warga.

Saat ini sebagian besar wilayah Indramayu sudah hampir melewati masa puncak panen. Di wilayah yang sudah melaksanakan panen para petani sudah kembali memulai tanam padi. Ketersediaan air saat ini juga cukup memadai sebab Indramayu masih kerap diguyur hujan dengan intensitas sedang.

Dalam waktu dekat para petani akan menghadapi musim kemarau. Ketersediaan air pada musim kemarau biasanya akan menipis sehingga menyulitkan mereka mengairi sawah-sawahnya. Menurut Sutatang kebanyakan petani telah menuruti imbauan percepatan tersebut. "Begitu selesai panen mereka langsung menyemai benih," tuturnya.

Salah seorang warga Warto menuturkan, dirinya belum berminat terjun langsung mengelola sawah. Menurutnya dalam mengelola sawah dibutuhkan keahlian dan tenaga yang cukup. Saat ini, dia pun lebih memilih bekerja di bidang lain. "Untuk sementara ini belum. Mungkin nanti tertarik," katanya.

Potensi tanam padi di Indramayu memang cukup besar. Data dari Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu, luas sawah di Indramayu total mencapai 116.245 hektare. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu Takmid mengatakan, setiap tahunnya produksi padi bisa menyentuh 1,7 juta ton. Tingginya produksi menempatkan Indramayu sebagai salah satu lumbung pangan nasional.***

Bagikan: