Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Umumnya cerah, 27.1 ° C

KPK Panggil Para Kepala Dinas Kota Tasikmalaya Sebagai Saksi Gratifikasi

Bambang Arifianto
WALI Kota Tasikmalaya Budi Budiman menghadiri dan meresmikan pembukaan Unit Kateterisasi Jantung & Pembuluh Darah, di Rumah Sakit TMC, Jalan KHZ Mustofa, Senin 29 April 2019. KPK memanggil sejumlah kepala dinas dalam pengusutan dugaan gratifikasi Budi Budiman. BAMBANG ARIFIANTO/PR
WALI Kota Tasikmalaya Budi Budiman menghadiri dan meresmikan pembukaan Unit Kateterisasi Jantung & Pembuluh Darah, di Rumah Sakit TMC, Jalan KHZ Mustofa, Senin 29 April 2019. KPK memanggil sejumlah kepala dinas dalam pengusutan dugaan gratifikasi Budi Budiman. BAMBANG ARIFIANTO/PR

TASIKMALAYA, (PR).- Komisi Pemberantasan Korupsi memanggil sejumlah kepala dinas di lingkungan Kota Tasikmalaya untuk menjadi saksi dalam pengusutan dugaan gratifikasi Wali Kota Budi Budiman. Pemanggilan tersebut ditengarai terkait temuan dokumen dalam penggeledahan KPK di beberapa institusi Pemkot Tasikmalaya pekan lalu.

Salah satu kepala dinas yang dipanggil Korps Antirasuah adalah Cecep Z Kholis. Cecep merupakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya. Ia mengaku telah menerima surat pemanggilan pemeriksaan KPK sebagai saksi untuk tersangka Wali Kota Budi Budiman dua hari lalu. Pemeriksaan, bakal berlangsung pekan ini. Namun, Cecep tak menjelaskan lebih rinci tanggal dan hari pemeriksaan tersebut. Ia menduga, pemeriksaan terkait dokumen realisasi anggaran 2018 di institusinya. Dokumen tersebut diserahkan saat Korps Antirasuah melakukan penggeledahan di Kantor Dinkes Kota Tasikmalaya pekan kemarin. Cecep pun memperkirakan arah pertanyaan yang bakal diajukan kepadanya. "Kalau kegiatan, pelaksananya siapa, anggarannya berapa," ucap Cecep seusai menghadiri pembukaan Unit Kateterisasi Jantung & Pembuluh Darah Rumah Sakit TMC, Jalan KHZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, ‎ Senin 29 April 2019.

‎Saat disinggung apakah penelisikan KPK di Dinkes terkait dugaan pengucuran dana untuk proyek rumah sakit rujukan yang perkaranya menjerat Budi, Cecep menampiknya. Menurutnya, rumah sakit dan Dinkes sudah terpisah atau merupakan organisasi perangkat daerah (OPD) yang berbeda. Cecep mengaku siap memenuhi panggilan KPK. "Kalau merasa tidak salah kenapa harus tidak siap," ujar Cecep. Ia menyatakan kooperatif terhadap pengusutan kasus wali kota yang tengah dilakukan lembaga antikorupsi itu. "Malah kalau kita enggak bicara, disangkanya apa-apa," ujarnya. Ia menambahkan, KPK mampu mendeteksi kebohongan saksi yang dipanggilnya. "Enggak boleh (bohong) atuh, jujur," ujarnya.

Kebohongan justru menimbulkan persoalan hukum baru bagi saksi. Dalam pemeriksaan, tuturnya, petugas KPK membacakan pasal-pasal terlebih dahulu mengenai ancaman jerat hukum bagi saksi yang berbohong. "Kita kan enggak berani enggak jujur," ucap Cecep. Dikatakan Cecep, sejumlah dinas di lingkungan Pemkot juga mendapat pemanggilan pemeriksaan dari KPK dengan jadwal yang berbeda. Ia enggan menjelaskan dinas mana saja yang memperoleh pemanggilan tersebut. Dalam penggeledahan Korps Antirasuah di Kota Tasikmalaya pada Rabu-Kamis, 24-25 April 2019, institusi yang disambangi adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Rumah Sakit Umum Daerah Dr Soekardjo.

Pimpinan masing-masing institusi tersebut pun terlihat ikut wara-wiri saat penggeledahan berlangsung.

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman mengaku sudah mempersiapkan diri jika mesti kehilangan jabatan karena kasus yang menjeratnya. "Kalau sampai akhirnya saya harus meninggalkan jabatan kepala daerah, ya artinya harus kita persiapkan semua juga," ujar Budi di RS TMC. Walau terancam terpental dari jabatan, Budi mengaku belum menunjuk wakilnya, Muhammad Yusuf untuk menjalankan roda pemerintahan menggantinya.

Budi mengapresiasi sikap sejumlah aparatur sipil negara Kota Tasikmalaya yang memberikan dukungan kepadanya saat tersangkut perkara dugaan gratifikasi. Ia sempat mendapat sambutan dan dielu-elukan sejumlah ASN ketika datang ke Gedung Balai Kota Tasikmalaya, Senin pagi. "Saya sangat dekat dengan mereka, saya merasa dibantu oleh mereka selama 6,6 tahun," ujarnya. Budi turut membanggakan kinerja bersama ASN selama memimpin. Ia mencontohkan, hampir terserapnya seluruh anggaran pada 2018 sebagai prestasi.***

 

Bagikan: