Pikiran Rakyat
USD Jual 14.285,00 Beli 14.187,00 | Sedikit awan, 26.3 ° C

Sinkhole Kembali Muncul di Sukabumi, Diameternya Lebih Besar

Yusuf Wijanarko
SINKHOLE muncul di areal persawahan di Kampung Legok Nyenang, RT 5, RW 2, Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi.*/AHMAD RAYADIE/PR
SINKHOLE muncul di areal persawahan di Kampung Legok Nyenang, RT 5, RW 2, Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi.*/AHMAD RAYADIE/PR

PALABUHANRATU, (PR).- Lubang raksasa yang memilik diameter sekira 16 meter dengan kedalaman 12 meter muncul secara tiba-tiba di area persawahan penduduk di Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi.

"Sebelum muncul lubang raksasa di Kampung Legoknyenang, RT 5, RW 2, Desa Sukamaju, warga mendengar suara gemuruh dan dentuman sekira pukul 4.00. Kami meyakini pasti akan mucul lagi lubang seperti yang terjadi tahun lalu dan ternyata benar," kata warga setempat, Cece Sudirman kepada Antara, Minggu 28 April 2019.

Bahkan, diameter lubang yang saat ini muncul lebih besar dibandingkan lubang tahun lalu. Warga saat ini dihantui ketakutan. Meskipun tidak berada di sekitar permukiman, tetapi persitiwa itu mengancam jalan desa dan diameter lubang bisa saja terus meluas. Selain itu, jika berada di sekitar lubang tersebut, terasa getaran kecil seperti gempa bumi.

SINKHOLE muncul di areal persawahan di Kampung Legok Nyenang, RT 5, RW 2, Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi.*/AHMAD RAYADIE/PR

Suara gemuruh yang diduga sebagai proses terjadinya lubang itu juga didengar warga lainnya yang jaraknya sekira 150 meter dari lokasi kejadian. Warga lainnya, Yogi Prayogi mengatakan, sebelum terbentuknya lubang itu, wilayah Kadudampit sempat dilanda hujan deras.

"Suara gemuruhnya cukup keras terdengar, kami sudah mengira pasti akan ada muncul lubang lagi seperti tahun lalu. Warga di sini tidak berani mendekat karena khawatir luasnya melebar apalagi yang sekarang cukup dalam," ucapnya.

Kepala Pusat Pengendalian dan Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna mengatakan, petugasnya sedang melakukan pemantauan terhadap aktivitas lubang tersebut karena dikhawatirkan bertambah luas.

"Lubang itu luasnya terus membesar sehingga kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak mendekat, khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.***

Bagikan: