Pikiran Rakyat
USD Jual 14.260,00 Beli 14.162,00 | Umumnya berawan, 20.4 ° C

Pinton Anggon Upaya Melestarikan Busana Tradisional

Nurhandoko
PESERTA pinton anggon berjalan memeragakan busana tradisional yang dikenakan saat lomba busana adat yang digelar di Kampus Unigal, Ciamis, Kamis 25 April 2019.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR
PESERTA pinton anggon berjalan memeragakan busana tradisional yang dikenakan saat lomba busana adat yang digelar di Kampus Unigal, Ciamis, Kamis 25 April 2019.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR

CIAMIS,(PR).- Tiga perempuan cantik  mengenakan busana tradisional dengan gemulai bergantian berjalan menyusur catwalk. Usai memberi hormat dengan mengatupkan kedua tangan di depan dada berikut senyum, mereka meninggalkan panggung..

Tepuk tangan pun langsung membahana memenuhi  aula Kampus Universitas Galuh  (Unigal) Ciamis.tempat berlangsungnya Lomba Busana Adat Tradisional Daerah (pinton anggon ) , Kamis 25 April 2019. Sementara itu puluhan peserta lainnya tampak duduk tenang menunggu giliran dipanggil, berbaur bersama penonton.

Kegiatan pinton anggon  tersebut yang pertama digelar oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olah raga Kabupaten Ciamis, ternyata mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Setidaknya 90 peserta yang merupakan utusan dari berbagai instansi dan masyarakat umum  ikut meramaikan lomba busana adat tradidional tersebut.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya kami dalam ikut serta melestarikan busana tradisional, terutama di kalangan generasi muda. Saat ini kalangan milenial tampaknya tidak begitu antusias mengenakan busana tersebut. Padahal orang luar justeru bangga mengenakan busana adat,” tutur Miming, Kasi Sejarah dan Nilai Budaya, Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olah raga Ciamis, Miming.

Busana, lanjutnya, merupakan salah satu jatidiri pemakai, wilayah dan adat budaya yang membedakan dengan daerah lain. Dengan demikian kelestariannya harus tetap dipertahankan. Dia juga berharap agar generasi muda lebih mencintai busana atau pakaian daerah, khususnya busana sunda.

“Busana tradisional memiliki karakter serta merupakan harga diri. Mengenakan busana tradisional mampu mencermintkan karakter pemakainya yang sopan santun. Kalau bukan oleh kita, siapa lagi yang akan terus memelihara dan melestarikan budaya tradisional,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Bupati Ciamis Yana D Putra didampingi Ketua Dewan Kebudayaan Ciamis yang juga Rektor Unigal Yat Rospia Brata,  menyatakan sepenuhnya mendukung upaya pelestarian busana tradisional. Dia juga menyanbut positif kegiatan  yang baru pertma digelar tersebut.

“Ke depan perlu dikemas lebih baik, tidak hanya lomba ajang busana,, akan tetapi juga pameran kuliner serta seni budaya khas Ciamis. Dengan kemasan lebih menarik, dapat menjadi ajang promosi sekaligus wahana wisata tatar galuh Ciamis paska lepasnya Pangandaran,” kata Yana  D Putra.

Dia  menegaskan budaya tradisional, mulai dari tata busana, berikut kesenian harus mendapat proteksi, dari serangan budaya luar yang semakin gencar. Untuk itu, pemerintah harus hadir  serta ambil bagian melindungi serta melestarikan budaya tradisonal.

“Budaya tradisional harus diproteksi dari serangan budaya asing yang belakangan ini sangat mudah masuk, terutama dikalangan muda. Jangan sampai generasi muda kehilangan jati diri kesundaannya maupun jatidiri Indonesianya,” kata Yana.***

Bagikan: