Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Sedikit awan, 25.1 ° C

Banjir di Ciangir Akibat Aliran Sungai Tertutup Material Longsor

Nuryaman
TIM penyusur sungai dari Badan Penanggulangan Bencana Daeeah Kabupaten Kuningan memgamat-amati tebing terancam longsor membendung Sungai Ciangir, sekitar Desa Ciangir, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan.*/NURYAMAN/PR
TIM penyusur sungai dari Badan Penanggulangan Bencana Daeeah Kabupaten Kuningan memgamat-amati tebing terancam longsor membendung Sungai Ciangir, sekitar Desa Ciangir, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan.*/NURYAMAN/PR

KUNINGAN, (PR).- Meluapnya Sungai Ciangir hingga membanjiri permukiman penduduk di Desa Ciangir, Kecamatan Cibingin, Kabupaten Kuningan Selasa diduga karena aliran air di hulu sungai tersebut sempat terbendung longsor di beberapa titik. Di samping itu, di bagian hulu aliran anak Sungai Cijangkelok itu kini masih terdapat beberapa titik area pergerakan tanah berpotensi longsor membendung aliran sungai  tersebut.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kuningan Ayip Sutrisno dan salah satu stafnya Sofyan, mengungkapkan hal itu kepada “PR” Online, Kamis 25 April 2019.

Penyusuran aliran sungai itu sendiri, dilakukan BPBD Kuningan dari mulai Desa Ciangir hingga ke titik hulunya untuk mengetahui penyebab meluapnya sungai tersebut. Ayip Sutrisno dan Sofyan yang turut menyusuri anak Sungai Cijangkelok itu, menyebutkan di bagian hulu Sungai Ciangir ditemukan banyak titik longsor dari tebing lahan-lahan perkebunan menimpa aliran sungai.

Mereka menduga longsoran tanah di sejumlah titik longsor itu sempat membendung aliran sungai dan terjebol lagi dengan sendirinya sehingga mengakibatkan aliran air bagain hilirnya meluap. “Dugaan sementara banjir luapan Sungai Ciangir yang terjadi Selasa sore kemarin, karena ada pengaruh dari titik-titik longsor itu, ” ujar Sofyan.

Luar biasa

Dugaan itu juga diperkuat keterangan sejumlah warga Desa Cangir kepada “PR” Online yang menyebutkan luapan sungai Ciangir Selasa sore kemarin terbilang luar biasa dengan luapan air nyaris pekat lumpur. Masih menurut keterangan sejumlah warga di desa itu, setiap hujan lebat volume air sungai tersebut selalu meningkat dan keruh, tetapi tidak sampai setinggi dan sekeruh di saat terjadi luapan Selasa.

Ayip dan Sofyan lebih lanjjut menyebutkan, dalam musim hujan ini permukiman penduduk Desa Ciangir, terutama yang berada di pinggiran sungai itu masih rawan terkena kembali banjir luapan sungai tersebut. Pasalnya di bagian hulu sungai itu masih banyak titik tebing dan lerengan perbukitan terancam longsor mengarah ke aliran sungai tersebut.

Malahan, di bagian hulu  Sungai Ciangir terpautjarak sekitar 1 kilo meter dari permukiman penduduk desa tersebut, tim penyusur sungai dari BPBD Kuningan menemukan satu titik badan sungai sudah menyempit terdesak pergerakan tanah dari dua sisi tebing berseberangan. “Dilihat dari posisi dan kondisi tanahnya, tebing sisi kiri dan kanannya itu masih sangat rawan mengalami pergerakan atau longsor susulan,” tutur Sofyan.

Ayip dan Sofyan mengkhawatirkan kedua titik area pergerakan tanah tebing di sisi kanan dan kiri titik tersebut terus berkembang dan bergerak atau longsor sekaligus membendung total aliran sungai itu. Kemudian, jika itu terjadi dan bendungan terbentuk dari longsor itu jebol sekaligus pasti akan mengakibatkan sungai itu mengalami luapan lebih dahsyat, bahkan bukan tidak mungkin bisa mengakibatkan banjir bandang.

Menyikapi itu, Ayp Sutrisno menyatakan, titik-titik temuan ancaman bencana hasil penyusuran sungai tersebut, akan disampaikan BPBD Kabupaten Kuningan kepada para pihak terkait untuk mendapatkan kajian dan penanganan segera. “Sementara ini hasil penyusuran sungai yang kami lakukan kemarin, masih kami susun dalam bentuk laporan tertutils untuk disampaikan kepada para pihak terkait,” ujar Ayip yang sedang membuat laporan hasil kegiatan tersebut di ruangan Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana, kantor sekretariat BPBD Kabupaten Kuningan.***

Bagikan: