Pikiran Rakyat
USD Jual 14.628,00 Beli 14.328,00 | Sedikit awan, 25.8 ° C

Warga Desa Ciangir Khawatir Banjir Susulan Kembali Membawa Lumpur

Nuryaman
ANAK-anak sekolah bersama anggota TNI Koramil Cibingbin membersihkan ruangan dan halaman gedung Pos Pelayanan Terpadu di Desa Ciangir, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan yang masih tergenangi lumpur banjir luapan anak Sungai Cijangkelok, Rabu 24 April 2019.*/NURYAMAN/PR
ANAK-anak sekolah bersama anggota TNI Koramil Cibingbin membersihkan ruangan dan halaman gedung Pos Pelayanan Terpadu di Desa Ciangir, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan yang masih tergenangi lumpur banjir luapan anak Sungai Cijangkelok, Rabu 24 April 2019.*/NURYAMAN/PR

KUNINGAN, (PR).- Lingkungan permukiman penduduk RW 4 dan RW 5 di tepian Lebak Ciangir salah satu anak Sungai Cijangkelok di Desa Ciangir, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, dilanda banjir arus air berbaur lumpur dari luapan anak sungai tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan juga tidak sampai merusak bangunan rumah penduduk. Namun akibat banjir tersebut membuat sejumlah warga setempat dirundung kekhawatiran sungai itu sewaktu-waktu meluap kembali menerjang permukiman mereka.

Berdasarkan pantauan “PR” Online dari tanda-tanda bekas genangan serta keterangan sejumlah warga di desa tersebut, Kamis 25 April 2019, banjir luapan sungai tersebut hanya melanda dan meninggalkan endapan lumpur di lingkungan permukiman yang berbatasan langsung dengan alur sungai tersebut. Wasirah (50) dan sejumlah warga di lingkungan terkena,  menyebutkan banjir luapan anak sungai itu terjadi saat hujan lebat.

Dilihat dari tanda-tanda bekas genangannya serta keterangan warga setempat, ketinggian genangan arus luapan sungai di lingkungan permukiman penduduk di dua RW tersebut mencapai 20 hingga 50 centi meter. Bahkan, di beberapa titik lokasi ada yang sampai mencapai lebih satu meter.

“Benteng setinggi ini saja, banjir kemarin sampai terlewati,” tutur Wasirah (50) salah satu warga di lingkungah RT 1 RW 5, yang rumahnya turut terkena genangan banjir luapan sungai tersebut seraya menunjuk benteng halaman rumah berketinggian sekitar 1,5 meter dari ketinggian bibir alur sungai di depan rumahnya itu.

Endapan lumpur

Wasirah dan sejumlah warga setempat menyebutkan, luapan Lebak Ciangir di sekitar Desa Ciangir, Selasa sore terbilang luar biasa dengan luapan air nyaris pekat lumpur. Malahan, pada Rabu 24 April 2019 aliran air di sungai itu masih terlihat pekat berbaur lumpur  kecoklatan. Di sisi lain sejumlah penduduk terlihat masih sibuk membersihkan ruang-ruang dalam rumah dan perabotan rumah tangganya dari endapan lumpur sisa-sisa banjir luapan sungai tersebut.

Upaya pembersihan lingkungan dan rumah-rumah penduduk terkena banjir luapan sungai itu, sempat mendapat bantuan tenaga  berbagai pihak. Di antaranya dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kuningan, anggota TNI dari Koramil dan anggota Polri dari Polsek Cibingbin, aparat pemerintah kecamatan dan desa setempat, serta sejumlah tenaga sukarelawan penanggulangan bencana.

Selain itu, untuk mengetahui penyebab meluapnya anak sungai tersebut, BPBD Kabupaten Kuningan, telah mengerahkan personel Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana diserati sejumlah tenaga sukarelawan menelusuri alur sungai itu hingga ke titik-titik hulu setiap alur sungai kecil yang bermuara ke sungai tersebut.

“Penelusuran alur sungai ini, kami lakukan untuk mengetahui penyebabnya (penyebab meluapnya sungai tersebut-red.). Hasinya nanti akan dikaji dan kami sampaikan kepada pihak-pihak terkait,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Agus Mauludin yang sedang berada di Desa Ciangir.***

Bagikan: