Pikiran Rakyat
USD Jual 14.034,00 Beli 14.132,00 | Berawan, 19.9 ° C

Wali Kota Terjerat Kasus Gratifikasi, Roda Pemerintahan Tetap Berjalan

Bambang Arifianto

PETUGAS KPK berjalan di dekat Ruang Wali Kota Tasikmalaya, Jalan Letnan Harun, Rabu 24 20April 19. KPK menggelendah Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR
PETUGAS KPK berjalan di dekat Ruang Wali Kota Tasikmalaya, Jalan Letnan Harun, Rabu 24 20April 19. KPK menggelendah Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

TASIKMALAYA, (PR).- Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Ivan Dicksan memastikan roda pemerintahan Kota Tasikmalaya tetap berjalan kendati Wali Kota Budi Budiman terseret kasus dugaan gratifikasi penyaluran Dana Alokasi Khusus dan Dana Insentif Daerah. Ivan menyatakan, pelayanan publik tak terganggu dengan persoalan itu.

"Ini keprihatinan kita semuanya, mohon doanya dari masyarakat, semoga semua yang terbaik untuk Kota Tasikmalaya, kemudian juga jangan resah, kita menghormati proses hukum yang  berjalan," kata Ivan di Rumah Sakit dr Soekardjo, Jalan Rumah Sakit, Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang, Kamis 25 April 2019. Roda pemerintahan, lanjutnya, tetap berjalan sebagaimana biasa. ‎

"Tadi malam juga setelah beres penggeledahan kan kami ngumpul dulu, ada pak wakil, ada saya, para asisten.  Pak wali tetap nitip pemerintahan tetap harus berjalan, kemudian juga pelayanan publik harus diutamakan," ucap Ivan.

Pesan Budi, lanjutnya, juga disampaikan Wakil Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf. "Pak wakil mengintruksikan ke semua kepala dinas, ya kita semua prihatin, kita semua bersedih tetapi bahwa tugas-tugas harus tetap dijalankan," ucapnya.

Agenda Pemkot pun tak mengalami hambatan. "Tadi juga pagi-pagi di balai kota apel seperti biasa," ujar Ivan. Terkait pelimpahan tugas wali kota kepada wakilnya, ia menyatakan hal tersebut belum dilakukan. "Secara formal kan masih wali kota (yang bertugas)," katanya.

Menurut Ivan, Pemkot masih menunggu kelanjutan proses hukum Budi mengenai persoalan pelimpahan tugas itu. "Ini kan baru proses, ini baru awal," ucapnya. Budi dan Yusuf bakal terus berkoordinasi dalam menjalankan roda pemerintahan.

Mengenai kemungkinan adanya pemanggilan pemeriksaan Budi oleh Korps Antirasuah, Ivan menyatakan masih melihat perkembangan guna menyiapkan langkah antisipasi. Demikian pula bila Budi ditahan.

"Aturannya kan kalau wali kota  berhalangan, ada wakil, kalau berhalangan kan dalam bentuk apapun," ujar Ivan. Ia juga memastikan, Budi masih berada di Tasikmalaya saat ini. "Belum ada penahanan," tuturnya. ***

Bagikan: