Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sedikit awan, 23.3 ° C

Pemda Pangandaran Peringati Hari Otonomi Daerah 2019

Tim Pikiran Rakyat
PERINGATAN ke-23 Hari Otonomi Daerah tahun 2019 tingkat Kabupaten Pangandaran dipusatkan di halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran, Kamis 25 April 2019.*/DOK. HUMAS SETDA PANGANDARAN
PERINGATAN ke-23 Hari Otonomi Daerah tahun 2019 tingkat Kabupaten Pangandaran dipusatkan di halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran, Kamis 25 April 2019.*/DOK. HUMAS SETDA PANGANDARAN

PARIGI, (PR).- Bupati Pangandaran, H Jeje Wiradinata, memimpin langsung peringatan ke-23     Hari Otonomi Daerah tahun 2019 tingkat Kabupaten Pangandaran yang dipusatkan di halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran, Kamis, 25 April 2019. 

Wartawan Kabar Priangan, Muslih Jerry melaporkan, hadir pada acara itu PJ Sekda Kab. Pangandaran, Drs. Suheryana, Asisten Pemerintahan dan Kesejahtetaan Rakyat H.Tatang Mulyana S.H., M.M., Asisten Prekonomian dan Pembangunan Drs. Ade Supriyatna, Staf Ahli,  Kepala Dinas, Badan, Kantor serata ASN lingkup Kabupaten Pangandaran.

Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata membacakan amanat Menteri Dalam Negeri  Republik Indonesia menyampikan bahwa   perjalanan otonomi daerah pascareformasi hingga sekarang dapat dikatakan banyak kemajuan yang telah dicapai. Otonomi daerah telah memberikan solusi untuk mendorong kemajuan pembangunan daerah.

"Di daerah masyarakatnya didorong dan diberi kesempatan yang luas mengembangkan inovasi," ungkapnya

Menurutnya, ada tiga hal prinsip yang berubah secara drastis setelah diberlakukannya kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah di antaranya otonomi daerah secara nyata telah mendorong budaya demokrasi di tengah tengah kehidupan masyarakat. Otonomi daerah telah menumbuhkembangkan iklim kebebasan berkumpul, berserikat serta mengemukakan pikiran secara terbuka bagi seluruh masyarakat dan dengan desentralisasi yang telah berjalan selama ini maka berbagai kebijakan yang menyangkut  kepentingan masyarakat  tidak harus melalui proses panjang dan berbelit belit, tetapi menjadi sangat efisien dan responsif.

"Dalam penyelenggaran otonomi daerah tidak dapat menganggap bahwa masyarakat itu hanya semata mata sebagai "konsumen" pelayan publik,  tetapi dituntut adanya kemampuan untuk memperlakukan masyarakat sebagai "citizen" termasuk bagaimana meningkatkan sumber daya manusianya. Untuk itu ASN di daerah diharapkan dapat memberikan pelayanan publik  yang lebih baik," katanya.

Selain itu beliau menyampaikan agar setiap daerah mampu meningkatkan daya saingnya,diharapkan daerah mampu meningkatkan daya saing dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan, keistimewaan, kekhususan serta potensi keanekaragaman daerah. Mendagri juga menegaskan agar adanya inovasi dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam yang ada di masing-masing daerah.

"Mendorong munculnya kemandirian yang digerakan oleh kreativitas  dan inovasi daerah dalam mengoptimalkan berbagai potensi sumber daya alam yang secara signifikan akan mendukung dalam memperkokoh pembangunan nasional dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia," harapnya.***

Bagikan: