Pikiran Rakyat
USD Jual 14.260,00 Beli 14.162,00 | Berawan, 22.2 ° C

Partai Golkar Sementara Masih Unggul di Jawa Barat

Dewiyatini
Pemilu 2019/ANTARA
Pemilu 2019/ANTARA

BANDUNG,(PR).- Partai Golkar tetap berada paling unggul di Jawa Barat. Disusul oleh PDIP, berikutnya Gerindra dan PKS. Pada Rabu 24 April 2019, Partai Golkar mengantongi 136.865 suara. Sedangkan PDIP 113.345 suara, Gerindra 104.480 suara, dan PKS 75.519.

Menurut Ketua KPU Jawa Barat Rifqi Ali Mubarok, perolehan suara itu sifatnya masih sementara karena real count masih berjalan. Saat berita ini dibuat, baru 2,932% data TPS yang diinput. Atau 4.050 TPS dari 138.123 TPS di Jawa Barat.

Rifqi mengatakan input data terus berjalan. Ia menyebutkan tiap hari, KPU memperbarui datanya dan dapat dicek di kantor KPU Jabar di Jalan Garut. Menurut Rifqi perolehan tersebut didapatkan dari hasil akumulasi semua caleg. Namun, KPU Jabar baru akan merilis hasil suara per caleg setelah rekapitulasi suara Pilpres dan Pileg selesai.

Sementara itu, dikatakan sebelumnya oleh pengamat politik Universitas Padjadjaran Firman Manan pemilihan Presiden akan berpengaruh besar terhadap peta partai politik di Jawa Barat. Suara yang disumbangkan dalam pemilihan presiden dan wakil  presiden akan memberikan limpahan kekuatan bagi parpol.

Setidaknya ada 7 parpol yang mendominasi kekuatan di Jabar. Tujuh parpol tersebut antara lain PDIP, Gerindra, Golkar, PKB, PPP, PKS, dan Partai Demokrat.

Ia mengatakan ketika dilakukan Pemilihan Umum serentak, pemilih akan fokus pada pemilihan presiden. Oleh karena itu, parpol yang mencalonkan presiden dan wakil presiden akan mendapatkan limpahan suara.

“Setidaknya ada tiga parpol yang akan beroleh limpahan suara yang relatif signifikan di Jabar,” ujarnya.

Ketiga parpol itu antara lain Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sebagai parpol pengusung presiden dan wakil presiden.

Selain itu, parpol yang memiliki basis massa tradisional akan tetap berkuasa di Jabar. Firman mengatakan dengan basis massa di wilayah Cirebon, Majalengka, dan Kuningan, suara PDIP akan terus bertambah. Partai Golkar yang memiliki basis yang cenderung merata di Jabar juga akan tetap berkuasa. Basis terkuat Golkar berada di Kota Banjar dan Kab. Indramayu.

PKB dan PPP, lanjut Firman, akan mendapatkan porsi suara di Jabar. “Ada irisan massa di antara dua parpol itu meskipun PKB lebih unggul,” ucap Firman.

Selain 4 parpol tersebut, masih ada 1 parpol yang tetap memiliki kekuatan basis massa tradisional di Jabar yait Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Menurut Firman, kepemimpinan Ahmad Heryawan sebagai Gubernur Jabar selama dua periode mengokohkan kekuatan PKS di Jabar. Akan tetapi basis kekuatan mereka berada di wilayah perkotaan.

Firman mengatakan Partai Demokrat akan berbagi suara juga di Jabar. Hal itu dikarenakan adanya pengaruh figur Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY). Diakui Firman, kepemimpinan SBY di Demokrat tetap memiliki pesona sehingga para pemilih akan memberikan suaranya bagi Demokrat. Dengan demikian, kata Firman, tidak banyak perubahan peta politik di Jabar. Meski pun hadir parpol baru, tapi belum mampu menggeser parpol besar dan lama.***

Bagikan: