Pikiran Rakyat
USD Jual 14.540,00 Beli 14.240,00 | Sedikit awan, 22.2 ° C

KPK Akan Turun ke Kabupaten Tasikmalaya?

Bambang Arifianto
KPK/ANTARA
KPK/ANTARA

TASIKMALAYA, (PR).- Setelah di  kota, KPK dihara‎pkan turun juga ke Kabupaten Tasikmalaya menangani kasus korupsinya. Kehadiran KPK diyakini bisa mengembalikan rasa kepercayaan masyarakat dan gairah pegiat antikorupsi yang kecewa dengan penanganan kasus korupsi oleh aparat penegak hukum lain.

"Kalau KPK yang hadir sepertinya kita benar-benar percaya," ujar  pngamat sosial dari Institut Agama Islam Cipasung (IAIC) Asep M Tamam‎ ‎saat dihubungi Pikiran Rakyat, Kamis malam 25 April 2019. Ia mencontohkan, pengusutan kasus korupsi hibah Kabupaten Tasikmalaya 2017 yang vonisnya ringan  tak menjangkau pelaku lain ketika ditangani aparat penegak hukum lain. Kans KPK turun di kabupaten terbuka lantaran kasus skandal hibah telah dilaporkan pegiat antikorupsi ke korps antirasuah itu.

Di sisi lain, ‎Asep menilai, kehadiran KPK menjadi pembelajaran untuk pembenahan sistem di Kota Tasikmalaya. Masyarakat Kota Tasikmalaya, tuturnya, sangat bersyukur dan menunggu lama  dengan kehadiran korps antikorupsi tersebut. Pasalnya, kasus korupsi  yang ditangani aparat penegak hukum dan sempat merebak di Kota Tasikmalaya beberapa tahun lalu menguap. Munculnya KPK dalam menangani dugaan gratifikasi Budi menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap hukum.‎

"Sekarang ketika KPK datang setidaknya harapannya lebih baik agar KPK bisa mengusut tuntas," ucapnya.

Selain bersih-bersih korupsi, shock terapy atau rasa gentar bakal muncul bagi para pejabat Pemkot Tasikmalaya. Masyarakat pun tak apatis ketika kepercayaan terhadap penegakkan hukum telah hadir.

"Sebetulnya kedatangan KPK harus menjadi  teguran kepad aparat penegak hukum (lain), kenapa harus KPK yang datang padahal mereka punya kewenangan," ucapnya. Hal positif juga dirasakan bagi birokrasi atau aparatur sipil negara dengan bergulirnya kasus gratifikasi tersebut.‎

"Semuanya harus tertib administrasi, taat asas juga disiplin dengan berbagai aturan yang ada. Bukan hanya sekadar disiplin  dalam menjalankan kewajiban, tetapi juga menghindari pelanggaran," tutur Asep. ***

Bagikan: