Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Sedikit awan, 25.1 ° C

Kejari Kota Banjar Canangkan Gerakan Indonesia Bersih 

Tim Pikiran Rakyat

KEPALA Kejari Kota Banjar, Gunadi, SH.MH., didampingi Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Daerah Kota Banjar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar, Drs. H. Yoyo Suharyono M.Si dan Kasie Intel Kejari Kota Banjar, Ratno Timur Habeahan Pasaribu,SH., memasang tempat sampah,  dalama program Gerakan Indonesia Bersih di Taman Kota Lapang Bhakti Banjar dan Alun-alun Banjar, Rabu 24 April 2019.*/DEDE IWAN/KABAR PRIANGAN
KEPALA Kejari Kota Banjar, Gunadi, SH.MH., didampingi Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Daerah Kota Banjar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar, Drs. H. Yoyo Suharyono M.Si dan Kasie Intel Kejari Kota Banjar, Ratno Timur Habeahan Pasaribu,SH., memasang tempat sampah, dalama program Gerakan Indonesia Bersih di Taman Kota Lapang Bhakti Banjar dan Alun-alun Banjar, Rabu 24 April 2019.*/DEDE IWAN/KABAR PRIANGAN

BANJAR,(PR).- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Banjar dan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Daerah Kota Banjar bersama Dinas Lingkungan Kota Banjar meluncurkan "Gerakan Indonesia Bersih" di Taman Kota Lapang Bhakti Banjar dan Alun-alun Banjar, Rabu 24 April 2019.

Secara simbolis peresmian program tersebut, ditandai pemasangan puluhan tempat sampah berlogo Kejaksaan dan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini, serta operasi bersih (opsih) sampah di sejumlah tempat strategis di Kota Banjar. 

Kepala Kejari Kota Banjar, Gunadi, SH.MH., didampingi Kasie Intel Kejari Kota Banjar, Ratno Timur Habeahan Pasaribu,SH., berharap, melalui peluncuran Gerakan Indonesia Bersih ini, mampu meningkatkan kebersihan dan kesadaran masyarakat agar tak membuang sampah sembarangan.

"Banjar diharuskan memiliki Perda tentang sampah. Hal ini penting untuk mengatur agar masyarakat tak membuang sampah sembarangan, termasuk meminimalisir sampah plastik," ujar Gunadi kepada wartawan Kabar Priangan, Dede Iwan.

Menurutnya, keberadaan sampah plastik itu berbahaya dan mengganggu kesuburan tanah. Atas dasar itu, Kejari Kota Banjar mendukung Pemkot Banjar dan DPRD Kota Banjar segera menerbitkan Perda Kota Banjar tentang Larangan Penggunaan Plastik.

"Penggunaan plastik sebaiknya dikurangi. Seperti kebiasaan di super market, warung-warung, tukang gorengan, tukang es dan pelaku usaha lainnya. Larangan dan sanksi pelaku pelanggaran, itu semua akan diatur dalam Perda Kota Banjar nantinya," katanya.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar, Drs. H. Yoyo Suharyono M.Si., volume di Kota Banjar selama ini mencapai 30 ton per hari. 

Setelah melalui proses pemilahan sampah di TPS (Tempat Pembuangan Sementara), dikatakan dia, volume sampah yang mencapai 30 ton per hari itu, berhasil dikurangi sekitar 10 ton. Termasuk didalamnya sampah plastik yang bisa didaur ulang.  

"Saat ini, sampah yang biasa dikirimkan ke TPA (Tempat Pembungan Akhir) berkisar 20 ton per hari," ucapnya seraya menjelaskan, sampah plastik bisa lapuk, seperti bekas mie instan atau kopi, hancurnya menjadi tanah itu memerlukan waktu berkisar seratus tahunan.***

Bagikan: