Pikiran Rakyat
USD Jual 14.616,00 Beli 14.316,00 | Cerah berawan, 29 ° C

Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman Jadi Tersangka Kasus Dugaan Gratifikasi

Bambang Arifianto
PETUGAS KPK membawa koper dari ruang kerja Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman setelah 10 jam penggeledahan pada Rabu 24 April 2019 malam.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR
PETUGAS KPK membawa koper dari ruang kerja Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman setelah 10 jam penggeledahan pada Rabu 24 April 2019 malam.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

TASIKMALAYA, (PR).- KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) telah menetapkan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman sebagai tersangka pemberian gratifikasi.

Budi Budiman diduga memberi gratifikasi  berupa uang kepada Yaya Purnomo, eks Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman, Direktorat Evaluasi Pengelolaan dan Informasi Keuangan Daerah, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI.

Gratifikasi tersebut diduga diberikan guna memuluskan penyaluran Dana Alokasi Khusus dan Dana Insentif Daerah ke wilayahnya.

Kepastian status tersangka yang disematkan kepada Budi Budiman diperoleh dari Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan melalui pesan Whatspp, Rabu 24 April 2019 malam.

PETUGAS KPK membawa koper dari ruang kerja Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman setelah 10 jam penggeledahan pada Rabu 24 April 2019 malam.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

"Ya, benar," ucap Basaria Panjaitan saat ditanya apakah Budi Budiman telah menjadi tersangka. Basaria Panjaitan juga membenarkan bahwa penetapanan status Basaria Panjaitan terkait dengan dugaan gratifikasi terhadap Yaya Purnomo. Namun, dia tak menjelaskan lebih lanjut ketika disinggung apakah Budi Budiman ditahan atau tidak.

Sementara itu, Ketua KPK Agus Rahardjo meminta untuk menunggu pengumuman status tersangka oleh KPK. "Nanti Jumat (26 April 2019) konpers (konferensi pers) ," ucapnya dalam pesan Whatsapp.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah memberi keterangan setali tiga uang. "Belum ada pengumuman tersangka. Tim masih bekerja," ujar dia.

KPK geledah kantor Budi Budiman 10 jam

Setelah sekira 10 jam menggeledah, petugas KPK )Komisi Pemberantasan Korupsi) membawa sejumlah koper besar dari Kantor Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, Rabu 24 April 2019 malam.

Setelah datang sekira pukul 9.00 WIB dan melakukan penggeledahan, petugas KPK akhirnya keluar ruang‎an pukul 18.30. P‎enggeledahaan tersebut ‎rampung.

KPK membawa dua koper hitam besar dan kotak putih dari ruang yang digeledah. Barang-barang tersebut dibawa dan dimasukkan ke dalam mobil-mobil yang telah terparkir di depan gedung balai kota.

Tak lama kemudian, sejumlah petugas KPK yang telah melepaskan rompi dengan mulut masih tertutup masker ikut keluar. Sebagian dari mereka menyeret beberapa koper jinjing. Lagi, mereka bungkam kendati para pewarta berebut mengambil gambar dan mengikutinya. Wali Kota Budi tak terlihat turut dibawa KPK. ‎‎

Budi Budiman irit bicara selepas kantornya digeledah KPK. Dia mengaku akan bersikap kooperatif terkait perkara hukum yang menjeratnya.

"Kita lihat proses hukum saja, nanti kita kooperatif, percayakan proses hukum kepada KPK," ucap Budi Budiman.***

Bagikan: