Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 24 ° C

Rumah Ambruk Dimakan Rayap, Nenek Sebatang Kara di Tasikmalaya Menanti Bantuan

Bambang Arifianto
IHAH Solihah (70) memandangi rumahnya yang ambruk di Kampung Gunung Guntur, Desa Padasuka, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa 23 April 2019.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR
IHAH Solihah (70) memandangi rumahnya yang ambruk di Kampung Gunung Guntur, Desa Padasuka, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa 23 April 2019.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

KONDISI Ihah Solihah (70), nenek sebatang kara asal ‎ Kampung Gunung Guntur, RT 22, RW 6, Desa Padasuka, Kecamatan Sukarame,  Kabupaten Tasikmalaya sungguh mengenaskan. Ihah hidup menumpang di rumah tetangganya  karena rumahnya ambruk, Minggu 21 April 2019. Hingga kini, bantuan baik dari pemerintah maupun pihak lain belum diterimanya.

Ihah menuturkan, kondisi rumahnya yang dibangun sekira 10 tahun lalu tersebut memang sudah tak laik.

Rumah berdinding bilik tersebut doyong karena kayu-kayu penyangganya telah rapuh. Keadaan tersebut membuat tetangganya prihatin. Apalagi, ia hidup sendirian tanpa keluarga.

"Pada nyaram (tetangga melarang tinggal di rumah)," ujar Ihah saat ditemui di Kampung Gunung Guntur, Selasa 23 April 2019. Ia akhirnya hanya menempati rumah tersebut saat siang hari. Malamnya, Ihah menumpang tidur di rumah tetangganya.

RUMAH Ihah Solihah (70) yang ambruk di Kampung Gunung Guntur, Desa Padasuka, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa 23 April 2019..*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

Kekhawatiran warga akhirnya terbukti saat rumahnya ambruk tiga hari lalu. Ihah tak langsung mengetahui kejadian tersebut.

Para tetangganya yang mengetahui kondisi kesehatan sang nenek yang mengidap epilepsi memilih tak segera memberitahu dia.

Hal itu dilakukan guna memberikan kesempatannya beristirahat lantaran kejadian berlangsung dini hari. Saat bangun salat subuh, barulah Ihah mendapat pemberitahuan bahwa rumahnya ambruk.

Ia mengatakan, keadaan rumahnya yang berukuran 3X7 meter tersebut sudah tak bisa didiami. "Ku rinyuh janten doyong ka wetan (kayu penyangga rumah dimakan rayap sehingga miring ke arah timur)," ucapnya.

Kendati selamat, sejumlah barang berharga janda yang tak memiliki anak itu tertimpa material bangunan.

"Sebagian anggoan sareng alat dapur (sebagian pakaian dan alat dapur tertimbun)," ujar Ihah. Menurut dia, Pemerintah Desa Padasuka telah mengetahui kondisi rumahnya. "Tos sabaraha kali motoan (sudah beberapa kali rumah difoto)," ucapnya.

Dokumen identitas jadi alasan

Bantuan perbaikan rumah tak kunjung turun. Alasannya, Ihah tak memiliki KTP dan kartu keluarga.

Hal tersebut menuai kegeraman sejumlah warga Gunung Guntur. Nenek itu juga sempat dimintai uang untuk pembuatan kartu identitas kependudukan. Sementara Ihah merupakan warga tak mampu yang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun ditanggung para tetangga. "Apalagi kondisinya sakit," ucap Kusoy (42), warga Gunung Guntur.

Dengan keadaan sakit-sakitan tanpa keluarga, Ihah kesulitan mengurus dokumen kependudukan tersebut.

RUMAH Ihah Solihah (70) yang ambruk di Kampung Gunung Guntur, Desa Padasuka, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa 23 April 2019..*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

Dalih tak memiliki KTP membuat rumah Ihah tak tersentuh bantuan perbaikan pemerintah. Kusoy mendesak pemerintah segera turun tangan membantu Ihah.

Hal senada dikemukakan warga lainnya, Rahmat Hidayat (29). "Untuk kebutuhan sehari-hari, minimalnya dibantu," ujarnya.

Demikian pula dengan rumah Ihah yang ambruk. Rahmat mendesak pemerintah segera membantu membangun kembali kediamannya yang laik. Hingga kini, bantuan justru banyak datang dari warga. "Masih di tatanggi sagala rupina (bantuan segala rupanya masih dari tetangga)," kata Rahmat.

‎Sumbangan pribadi baru berasal dari kepala desa di tempat tinggal Ihah senilai Rp 1 juta dan bantuan BPD Padasuka Rp 200.000.

Kepala desa juga baru mengunjungi lokasi tersebut . Hingga tiga hari selepas peristiwa, perbaikan rumah belum dilakukan. Material bangunan belum dibersihkan, menumpuk, dan menutupi pondasi yang tersisa.

Bukan yang pertama

Ambruknya bangunan karena tak tersentuh perbaikan bukanlah kejadian pertama di Kabupaten Tasikmalaya.

‎Bangunan Sekolah Dasar Negeri Cilumba 1, Kampung Gununggoong, Desa Gunungsari, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya runtuh‎, Selasa 16 April 2019 pukul 7.00 WIB.

Kondisi bangunan yang tak kunjung direnovasi diduga menjadi penyebabnya.

‎Bangunan tersebut merupakan ruang siswa kelas 1 yang telah dikosongkan. Pengosongan dilakukan karena keadaan bangunan yang sudah tak laik.***

Bagikan: