Pikiran Rakyat
USD Jual 14.075,00 Beli 14.173,00 | Cerah berawan, 31.4 ° C

Pendaki Gunung Guntur di Garut Kerap Ditodong Preman Bersenjata Tajam

Tim Pikiran Rakyat
Pemalakan/DOK. PR
Pemalakan/DOK. PR

GARUT, (PR).- Keindahan alam Gunung Guntur di Kecamatan Tarogong Kaler, Garut kembali dicemari ulah tak terpuji oknum warga. Sejumlah pendaki Gunung Guntur mengeluhkan aksi pemalakan yang sering mereka alami.

Menurut mereka, aksi pemalakan terjadi saat mereka turun dari kawasan Gunung Guntur. Mereka tiba-tiba dihampiri tiga lelaki dalam kondisi mabuk.

"Mereka menghampiri kami dan kemudian memintai kami uang. Selain mabuk, mereka juga menodongkan senjata tajam ke arah kami sehingga kami ketakutan," ujar Dhian Permana, salah seorang pendaki asal Malangbong, Garut, Selasa 23 April 2019.

Peristiwa pemalakan tersebut, menurut dia, terjadi di kawasan Citiis. Pemalak terebut meminta uang Rp 50.000 untuk setiap kendaraan roda empat yang melintas di daerah tersebut.

Dhian menyebutkan, saat itu dia tak bisa memenuhi permintaan ketiga orang tersebut. Kebetulan, saat itu uang bekal Dhian dan teman-temannya hampir habis dan hanya tersisa Rp 34.000.

GUNUNG Guntur/DOK. PR

Mereka sempat memaksa kami untuk tetap memberikan uang Rp 50.000  bahkan salah seorang di antaranya sempat menodongkan senjata tajam. Namun setelah kami jelaskan jika uang kami hanya tinggal Rp 34.000, akhirnya mereka pun mau juga menerimanya," katanya kepada wartwan Kabar Priangan Aep Hendy.

Dhian sangat menyesalkan kejadian tersebut dan meminta aparat keamanan untuk bertindak. Jika hal itu dibiarkan terus terjadi, dikhawatirkan akan merusak citra daerah apalagi banyak pendaki yang datang ke Gunung Guntur berasal dari berbagai daerah di luar Garut.

Menurut dia, kawasan puncak Gunung Guntur selama ini menjadi salah satu tempat favorit para pendaki dari berbagai daerah di Indonesia. Jika keamanan para pendaki tak terjamin, mereka akan kapok datang lagi.

“Saya berharap jangan sampai ada lagi kejadian seperti ini. Hal ini dapat merusak citra Garut di mata para pendaki dari berbagai daerah," ucap Dhian.

Respons aparat

Komandan Koramil Tarogong Kapten Infanteri Jaja mengaku sudah menerima informasi adanya pemalakan tersebut. Namun, sayangnya laporan yang diterimanya tidak langsung saat kejadian tapi beberapa hari setelahnya.

"Coba kalau laporannya langsung saat kejadian, dari base camp bisa langsung menembuskannya kepada kami. Petugas akan langsung bertindak turun ke lokasi untuk menyisir orang-orang tersebut," ucap Jaja.

Jaja mengimbau apabila ada pendaki yang menjadi korban pemalakan atau kejahatan lainnya agar tak segan-segan melapor ke petugas yang ada di base camp di kawasan Gunung Guntur.

Ungkapan senada juga dilontarkan Kapolsek Tarogong Kaler Iptu Tito Bintoro. Ia mendapatkan informasi tersebut justru dari media sosial.

"Begitu mendengar informasi tersebut, kami langsung menerjunkan tim dari reserse ke lokasi untuk melakukan penyelidikan. Namun secara resmi kami belum mendapatkan laporan," kata dia.***

Bagikan: