Pikiran Rakyat
USD Jual 14.628,00 Beli 14.328,00 | Cerah berawan, 27 ° C

Cegah Bertambahnya Korban Pemilu, Dinkes Indramayu Kerahkan Petugas Cek Kesehatan KPPS

Gelar Gandarasa
ILUSTRASI petugas KPPS.*/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR
ILUSTRASI petugas KPPS.*/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR

INDRAMAYU, (PR).- Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu menerjunkan tim kesehatan untuk mengecek kondisi para petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS). Hasilnya banyak ditemukan petugas KPPS menderita kelelahan. Pemeriksaan dilakukan menyusul adanya dua petugas yang meninggal akibat terlalu lelah bekerja.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Deden Boni Koswara mengatakan bahwa pengecekan dilakukan di masing-masing panitia pemilihan kecamatan (PPK). “Petugas yang kami turunkan berasal dari masing-masing Puskesmas yang ada di PPK,” kata dia, Selasa 23 April 2019. Bukan hanya petugas KPPS, seluruh petugas yang terlibat dalam penyelenggaraan pemilu seperti TNI dan Polri pun dicek kesehatannya.

Hasil pemeriksaan menunjukkan banyak ditemukan petugas yang mengalami kelelahan. Kondisi itu ditandai dengan keluhan sakit kepala dan lemas. Sebagian petugas juga terpantau memiliki tekanan darah tinggi. “Ada juga yang tekanan darahnya naik,” katanya. Deden pun menginstruksikan kepada para petugas medis untuk memberikan perawatan kepada petugas Pemilu. Diharapkan mereka bisa kembali pulih agar dapat kembali beraktivitas.

Sementara itu, Komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Indramayu, Pitrahari menuturkan bahwa dirinya baru mendapatkan laporan tentang adanya seorang petugas KPPS terkena stroke. “Di Indramayu ada dua petugas KPPS meninggal dan satu terkena stroke,” ungkapnya. Pitrahari mengatakan, faktor kelelahan menjadi penyebab utama banyaknya korban berjatuhan saat proses rekapitulasi suara. Terlebih para petugas harus merekap 5 surat suara.

“Yang jelas karena faktor kelelahan dan tekanan psikologis,” katanya. Ditanya soal kemungkinan adanya santunan, KPUD menunggu petunjuk dan arahan dari KPU RI. Jika diizinkan maka para korban akan mendapatkan santunan. Untuk sementara ini, KPUD telah menetapkan batasan jam kerja kepada para KPPS.

Petugas KPPS diminta bekerja maksimal hingga pukul 24.00. Namun kenyataan di lapangan masih banyak yang bekerja di atas jam tersebut karena desakan dari para saksi. “Di lapangan terus berjalan karena saksi mau terus lanjut,” tutur dia.

Pitrahari mengatakan, proses penghitungan suara masih terus berjalan hingga saat ini. Ditargetkan semua proses akan rampung pada hari Jumat besok. Sejauh ini, baru 4 PPK saja yang merampungkan proses rekapitulasi suara. Sisanya 27 PPK masih terus bekerja menyelesaikan proses. Dia menambahkan, tidak semua PPK bisa bekerja secara cepat. Ada juga yang bekerja secara lancar dan ada juga yang lambat. Hal itulah yang membuat pekerjaan tidak bisa selesai serentak.

Kendati masih sedikit, dia tetap optimistis penghitungan akan selesai sesuai target. Sebab para petugas tidak mengenal lelah menghitung suara di masing-masing PPK. Jika semua proses di PPK rampung maka KPUD akan merekapitulasi secara keseluruhan.

Sebelumnya, dua petugas KPPS Indramayu meninggal akibat kelelahan. Hal itu menjadi sorotan karena bukan hanya terjadi di Indramayu, melainkan di daerah lain juga.***

Bagikan: