Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Umumnya berawan, 15.9 ° C

Dua Petugas KPPS di Indramayu Meninggal Kelelahan

Gelar Gandarasa
ILUSTRASI petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS).*/ANTARA
ILUSTRASI petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS).*/ANTARA

INDRAMAYU, (PR).- Dua petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di Indramayu dilaporkan meninggal. Mereka diduga meninggal akibat kelelahan karena bekerja terlalu keras saat menghitung surat suara. Kegiatan rekapitulasi suara diakui menguras banyak energi petugas. 

Dua anggota KPPS yang meninggal adalah Carmudi dari KPPS TPS 01 di Desa Tenajar Lor, Kecamatan Kertasmaya dan Pramono selaku ketua KPPS TPS 004 di Desa Jatibarang Baru, Kecamatan Jatibarang. Meninggalnya kedua anggota KPPS membuat kaget masyarakat. Sebab tak hanya di Indramayu, di daerah lain banyak ditemukan petugas KPPS meninggal akibat lelah. 

Komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Indramayu, Pitrahari membenarkan kabar meninggalnya dua anggota KPPS. Lebih jauh, ia belum mengetahui apakah kedua korban memiliki riwayat penyakit bawaan atau tidak. “Yang jelas kelelahan,” kata dia, Senin 22 April 2019. 

Sementara itu, Komisioner KPUD lainnya, Fahmi Labib mengatakan aktivitas rekapitulasi pemungutan suara memang banyak menyedot energi. Mereka harus bekerja menyiapkan logistik hingga bekerja menghitung suara pasca pemungutan.

Kegiatan itu memakan waktu cukup banyak dan melelahkan. Terkadang mereka bekerja mulai dari pagi hingga pagi hari lagi. Sebab mereka harus menghitung surat suara mulai dari presiden, DPR RI, provinsi, daerah, dan DPD.

Pasca meninggalnya dua petugas, KPUD menaruh perhatian lebih terhadap para petugas lapangan. Upaya yang dilakukan sejauh ini yakni dengan mengecek kesehatan para petugas KPPS. Rata-rata petugas mengalami kelelahan dan bertekanan darah tinggi.

Dia berharap, meninggalnya petugas KPPS tidak terjadi lagi di kemudian hari. KPUD pun akan memberikan masukan kepada KPU Provinsi agar kebijakan Pemilu serentak pemilihan legislatif dan presiden ditinjau kembali. Sebab aktivitas penghitungan suara memakan waktu panjang dan menimbulkan banyak korban jiwa. 

Meninggalnya dua petugas KPPS menambah daftar korban pada pemilihan umum 2019 di Kabupaten Indramayu. Sebelumnya seorang anggota polisi tewas akibat terlibat kecelakaan di wilayah Widasari, Indramayu. Aipda Anumerta Mashadi ditugaskan untuk mengecek ke TPS yang ada di Plumbon. Nahas sebelum sampai ke tujuan mobil yang ia kendarai terbalik akibat menghindari sepeda motor.***

Bagikan: