Pikiran Rakyat
USD Jual 14.670,00 Beli 14.370,00 | Umumnya cerah, 24.4 ° C

Sungai Ciranca Dikeruk, Antisipasi Terulangnya Banjir Bandang

Ahmad Rayadie
KENDARAAN berat tengah melakukan pengerukan Sungai Ciranca, di Kampung Cangehgar 2, RT 003 RW 003, Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu,  Sabtu 20 April 2019. Pengerukan dilakukan mengantisipasi banjir bandang akibat terjadi pendangkalan.* AHMAD RAYADIE/ PR
KENDARAAN berat tengah melakukan pengerukan Sungai Ciranca, di Kampung Cangehgar 2, RT 003 RW 003, Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu,  Sabtu 20 April 2019. Pengerukan dilakukan mengantisipasi banjir bandang akibat terjadi pendangkalan.* AHMAD RAYADIE/ PR

PALABUHANRATU, (PR).-  Banjir bandang  kembali melanda rumah dari 40 kepala keluarga di Kampung Gangehgar 2 Kelurahan Palabuhanratu Kecamatan Palabuhanratu, dan merendam kantor Kelurahan Palabuhanratu, Jumat malam 19 April 2019. Air meluap berasal dari Sungai Ciranca.

Genangan meluap sungai Ciranca setinggi 60 cm hingga 80 cm tersebut, telah berlangsung untuk kesekian kalinya. Terutama saat hujan deras mengguyur Sukabumi.

Kendaraan berat dikerahkan untuk melakukan pengerukan Sungai Ciranca di Kampung Cangehgar 2, RT 003 RW 003, Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Sabtu 20 April 2019.

Pengerukan dengan mengerahkan kendaraan berat dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Iyos Somantri turut serta melakukan peninjauan dan memberikan perintah kepada petugas saat melakukan pengerukan.

Banjir diduga merupakan dampak pendangkalan yang sudah berlangsung lama, yang juga disebabkan warga kerap membuang sampah ke sungai.

"Meluap sungai Ciranca tidak hanya akibat pendangkalan. Tapi tumpukan sampah menyebabkan aliran sungai tersumbat. Imbasnya, pemukiman warga yang berada dari hilir menjadi korban, karena rumahnya terendam," kata warga Palabuhanratu, Andi Supriadi .

Andi Supriyadi mengatakan meluap sungai Ciranca kali ini relatif paling parah. Banjir sebelumnya, luapan air sungai hanya meredam beberapa rumah dan genangan hanya setinggi mata kaki orang dewasa.

"Tapi kali ini, lebih parah. Dan dikhawatirkan sungai kembali meluap. Beruntung pemerintah merespons dengan mengerahkan kendaraan berat untuk melakukan pengerukan," katanya.

Sesalkan buang sampah ke sungai

Iyos Somantri mengatakan pemerintah daerah tidak hanya  telah melakukan serangkaian pengerukan dengan mengerahkan kendaraan berat. Tapi mengeluarkan imbauan agar warga yang berada tidak jauh dari sepadan sungai untuk tidak membuang sampah ke sungai.

"Kami untuk ke sekian kalinya meminta agar warga tidak membuang sampah sembarangan. Terutama membuang sampah rumah di sungai. Akibatnya, banyak rumah warga terendam banjir," katanya. ***

 

 

 

Bagikan: