Pikiran Rakyat
USD Jual 14.540,00 Beli 14.240,00 | Sedikit awan, 22.2 ° C

Relokasi Terminal Kota Bekasi Menggunakan Lahan Swasta, Pembangunan Dimulai 2020

Riesty Yusnilaningsih
ILUSTRASI terminal.*/DOK. PR
ILUSTRASI terminal.*/DOK. PR

BEKASI, (PR).- Pemerintah Kota Bekasi memastikan lahan pembangunan Terminal Baru Tipe A di Kelurahan Jatiwarna, Kecamatan Jatiasih, seluas lima hektare diperoleh dari pihak swasta. Sementara, pembangunan fisiknya akan dilakukan oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek pada Kementerian Perhubungan.

"Rencana pembangunan sebetulnya sudah sejak tahun 2010. Tugas Pemkot Bekasi hanya mencari lahannya, sedangkan untuk fisiknya dari kementerian," kata Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Badan Perencanaan Pembangunan  Daerah Kota Bekasi, Erwin Guwinda, Jumat, 19 April 2019.

Menurut Erwin, Pemkot Bekasi lebih memilih untuk memakai lahan milik perusahaan ketimbang melakukan pembebasan lahan. Lahan seluas lima hektare itu diberikan sebagai pertanggungjawaban sosial pengembang kepada Pemkot. Hal itu mengacu pada Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 16 tahun 2011 tentang Penyediaan dan Penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Kawasan Perumahan, Perdagangan, dan Industri oleh Pengembang di Kota Bekasi.

Dalam bab III pasal 5 ayat (1) pada aturan itu disebutkan, luas lahan yang dapat dimanfaatkan untuk membangun PSU maksimal 65 persen dari luas lahan yang disetujui untuk PSU kawasan perumahan. Lalu luas lahan yang dapat dimanfaatkan untuk membangun sarana lingkungan adalah minimal 15 persen dari luas lahan yang disetujui untuk PSU kawasan perumahan.

"Kalau pembebasan lahan, kami terbentur anggaran, sehingga lebih memilih manfaatkan lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum dari pengembang," katanya.

Logo Kota Bekasi/DOK. PR

Pembangunan terminal baru bisa dilaksanakan 2020

Ia mengatakan, pembangunan fisik yang menjadi kewenangan kementerian diprediksi baru bisa dilakukan pada awal tahun 2020. Sebab untuk tahun ini, kementerian sedang mematangkan dan meninjau kembali hasil FS dan DED yang diterbitkan pemerintah daerah pada 2010.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Yayan Yuliana, mengatakan, pembangunan Terminal Baru Tipe A di wilayah setempat sangat mendesak. Sebab Terminal Tipe B yang ada saat ini di Jalan Cut Meutia Kecamatan Bekasi Timur seluas 1,2 hektare, dianggap sudah tidak layak digunakan melayani masyarakat.

"Kalau secara administrasi, Terminal Induk Bekasi saat ini merupakan tipe B, tapi dimanfaatkan layaknya terminal tipe A karena angkutan antar kota antar provinsi (AKAP) masuk juga ke terminal," katanya.

Yayan menambahkan, kondisi Terminal Induk Bekasi yang ada saat ini juga sudah padat. Selain bus AKAP, terminal melayani juga angkutan perkotaan lainnya seperti mikrolet hingga bajaj. Atas dasar itulah, pemindahan terminal dari Bekasi Timur ke Jatiasih sangat tepat.

Menurut dia, selain memanfaatkan lahan dari pengembang, pemilihan lokasi terminal baru di Kelurahan Jatiwarna, Kecamatan Jatiasih juga karena berdekatan dengan Tol Jakarta Outer Ring Road. Posisinya sangat memudahkan angkutan umum jenis AKAP yang biasanya melintasi tol saat perjalanan.

"Pembangunan terminal di pinggir ruas tol juga untuk mengurangi beban jalan arteri yang biasa dilintasi oleh kendaraan besar seperti bus," katanya.***

Bagikan: