Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 24 ° C

Dua Petugas KPPS di Bogor Meninggal Usai Pemungutan Suara

Yusuf Wijanarko
PEMILU 2019/ANTARA
PEMILU 2019/ANTARA

CIBINONG, (PR).- KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Bogor melaporkan, dua Ketua KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) meninggal. Sementara itu, empat lainnya pingsan akibat kelelahan saat bertugas.

"Memang banyak petugas yang lalai terhadap kondisi tubuhnya sendiri. Pungut-hitung (pemungutan dan penghitungan suara) dari pagi sampai malam. Belum lagi penulisan berita acara harus detail dan teliti,” kata Komisioner KPU Kabupaten Bogor Heri Setiawan kepada Antara di Cibinong, Sabtu 20 April 2019.

Menurut dia, selain faktor kelelahan, cuaca yang tidak stabil juga mengganggu kekebalan tubuh para petugas KPPS di Kabupaten Bogor. Sebelumnya mereka dipastikan sehat oleh KPU.

“Cuaca juga tidak bagus. Mungkin sebelumnya ada KPPS sakit tapi tetap bertugas saat hari H,” katanya.

Heri memastikan bahwa semua KPPS maupun Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) terlebih dahulu diperiksa kesehatannya sebelum dilantik. Menurut dia, banyak petugas yang pingsan dan ada yang meninggal bukan karena riwayat penyakit bawaan.

“Sebelum bimtek, dicek kesehatannya. Jadi, tidak ada penyakit bawaan. Karena kelelahan memang,” ujar Heri.

Ia menyebutkan, dua orang yang meninggal adalah Ketua KPPS di Desa Pabuaran Bojonggede, Rusdiono (60) yang meninggal Kamis 19 April 2019 malam. Satu lagi yaitu Ketua KPPS di Desa Sukaharja, Cijeruk, Jaenal (56) yang meninggal Rabu 17 April 2019 petang.

Sementara itu, empat lainnya yang jatuh sakit hingga tak sadarkan diri yaitu Ketua KPPS Desa Karyamekar, Ketua KPPS Desa Cariu, Ketua KPPS Cibatok, dan Ketua PPK Megamendung.

“Masih data sementara. Kami terus mendata supaya petugas KPPS yang sakit mendapatkan fasilitas optimal,” katanya.***

Bagikan: