Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian berawan, 17.3 ° C

Bertambah, Petugas KPPS Tasikmalaya yang Meninggal

Ella Yuniaperdani
MASYARAKAT melipat surat suara di GOR Singalodra Indramayu, Sindang, Selasa 26 Maret 2019.*/GELAR GANDARASA/PR
MASYARAKAT melipat surat suara di GOR Singalodra Indramayu, Sindang, Selasa 26 Maret 2019.*/GELAR GANDARASA/PR

TASIKMALAYA, (PR). - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tasikmalaya mengumumkan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia bertambah satu, sehingga menjadi tiga orang. Sebelumnya dilaporkan dua petugas meninggal karena kelelahan dan menderita sakit.

"Ya sudah tiga orang sampai hari ini," kata Komisioner KPU Kabupaten Tasikmalaya, Fahrudin di Tasikmalaya, Sabtu20 April 2019, seperti dilaporkan Kantor Berita Antara.

Ia menambahkan, ketiga petugas KPPS itu, terdiri dari dua orang yang sebelumnya dilaporkan yakni Supriyanto sebagai Ketua KPPS 11 Desa Cidugaleun, Kecamatan Cigalontang, dan Ketua KPPS 2 Desa Mandalamekar, Kecamatan Jatiwaras, yang sudah selesai proses pemakamannya.

Selanjutnya Ketua KPPS 5 Desa Pedangkamulyan, Kecamatan Bojonggambir bernama Riyad tiba-tiba pingsan setelah selesai penghitungan suara. Ia dibawa ke Rumah Sakit Dr Sukarjo, Tasikmalaya.

"Almarhum pingsan, dibawa ke dokter terdekat, kemudian dirujuk ke RSU dr Sukarjo Tasikmalaya, hari ini (Sabtu) sekitar jam 12 meninggal dunia di RSU," katanya.

Ia menyampaikan, untuk dua orang yang meninggal dunia sudah diberikan santunan kepada keluarganya sebagai bentuk turut berduka cita, sedangkan satu orang lagi belum karena baru mendapatkan laporan.

Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya Zam Zam Jamaludin menambahkan, jajaran KPU sudah memberikan imbauan kepada seluruh petugas agar saling bergantian dalam melaksanakan tugas tahapan pemilu.

"Tentu, selalu disampaikan karena beban kerja dan tanggung jawab yang sangat besar, maka yang utama harus menjaga kesehatan dan kekompakan," ujarnya.

Ia menambahkan, KPU Kabupaten Tasikmalaya turut berduka cita dan secara lembaga memberikan uang santunan kepada keluarga almarhum.

"Sementara ini baru uang duka saja, ke depannya kami akan membuka santunan dari keluarga besar penyelenggara," katanya.***

Bagikan: