Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Langit umumnya cerah, 18 ° C

Persiapan Ramadan, Para Kartini Bekasi Berlomba Memodifikasi Hidangan Tempe

Tommi Andryandy
PARA ibu berlomba memasak dari bahan tempe pada peringatan hari Kartini di Gedung Swatantra Wibawamukti, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Kamis 18 April 2019. Tempe dipilih menjadi makanan olahan wajib karena dinilai dapat menjadi pilihan ibu menyiapkan masakan di bulan Ramadan.*/TOMMI ANDRYANDY/PR
PARA ibu berlomba memasak dari bahan tempe pada peringatan hari Kartini di Gedung Swatantra Wibawamukti, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Kamis 18 April 2019. Tempe dipilih menjadi makanan olahan wajib karena dinilai dapat menjadi pilihan ibu menyiapkan masakan di bulan Ramadan.*/TOMMI ANDRYANDY/PR

MARI sejenak kesampingkan ingar bingar pemilihan umum. Ke depan, ada momentum yang tidak kalah penting, yakni Ramadan. Kamis, 18 April 2019, ibu-ibu di Kabupaten Bekasi telah mempersiapkan itu, tepatnya menyiapkan kudapan di bulan penuh keberkahan.

Uniknya, tidak sembarang makanan yang disiapkan, melainkan semua masakannya berbahan tempe. Tempe untuk Ramadan ini dipersiapkan kaum ibu pada peringatan Hari Kartini di Gedung Swatantra Wibawamukti, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat.

Para ‘Kartini Bekasi masa kini berlomba membuat berbagai makanan dari tempe yang dimodifikasi. “Kenapa harus tempe? Karena lebih terjangkau, mudah didapat, sederhana. Namun jika diekploitasi akan banyak makanan baru yang bisa diciptakan dari memodifikasi tempe,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bekasi, Ida Farida.

Peserta lomba memodifikasi tempe ini berasal dari warga, kemudian para perangkat daerah, Tim Penggerak PKK, serta gabungan organisasi wanita se-Kabupaten Bekasi. Selain memasak, digelar juga lomba merias wajah dan tata busana yang diikuti para pegawai negeri.

Diungkapkan Ida, menjelang Ramadan, biasanya ibu-ibu seringkali bingung mengatur menu makanan. Oleh karena itu ia meminta agar peserta yang berpartisipasi bisa memanfaatkan pangan lokal dari berbagai resep makanan yang diperlombakan.

“Kami berharap hidangan tempe atau sayuran bisa dimodifikasi dengan inovasi di tangan terampil ibu-ibu, agar bisa disajikan begitu bagus, begitu nikmat. Mudah-mudahan ini menjadi kekuatan pangan lokal di Kabupaten Bekasi,” ucapnya.

Ida berharap dengan adanya lomba kreasi olahan sayuran dan tempe dapat menambah khazanah makanan tradisional dan juga sebagai makanan khas daerah.

Lebih lanjut, Ida menambahkan bahwa seluruh resep olahan tempe yang ditampilkan dalam perlombaan ini akan dijadikan sebuah buku resep. Tujuannya, para ibu-ibu agar bisa mengolah bahan tempe ini dengan berbagai olahan untuk disajikan di rumah masing-masing.

“Dengan tidak mengurangi standar gizi yang memenuhi, ternyata dengan uang Rp50.000 kaum perempuan bisa berkreasi, juga bisa memberikan hidangan menu kepada keluarganya. Dengan harga tempe yang relatif murah dan standar gizinya juga sangat bagus, rasanya juga tidak kalah luar biasa,"ucapnya.

Dalam perlombaan ini, para peserta memodifikasi berbagai bahan dari tempe, mulai dari olahan sederhana seperti bacem tempe, tempe orek dan mendoan, hingga modifikasi unik seperti dibuat steak, rolade hingga diolah bersama tepung panir hingga menyerupai chicken nugget.

Terkait Hari Hartini, Ida mengatakan, peringatan Hari Kartini di Kabupaten Bekasi selalu diawali dengan berbagai kegiatan. Tujuannya untuk meningkatkan kemajuan perempuan di Kabupaten Bekasi, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan maupun kemampuan sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Menurut Ida, banyak perempuan di Kabupaten Bekasi yang berkiprah untuk memajukan kaum perempuan. Diantaranya dengan meningkatkan status sosial melalui pendidikan dan kegiatan lain yang bermanfaat.***

Bagikan: