Pikiran Rakyat
USD Jual 14.670,00 Beli 14.370,00 | Umumnya cerah, 24.4 ° C

Banyak Petugas KPPS Jatuh Sakit Bahkan Meninggal, Golkar Jabar Minta Pemilu Dievaluasi

Dewiyatini
ILUSTRASI pemilu.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT
ILUSTRASI pemilu.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT

BANDUNG,(PR).- Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mendesak pemerintah segera mengevaluasi penyelenggaraan Pemilu 2019.  Dedi mengatakan usulan evaluasi tersebut berangkat dari sejumlah persoalan yang muncul di lapangan saat Pemilu 2019 digelar. 

Menurut Dedi, yang paling mencolok adalah banyaknya petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang terganggu kesehatannya bahkan sampai meninggal dunia tepat pada 17 April 2019, di hari pemungutan suara.

“Banyaknya petugas KPPS yang meninggal membutuhkan penyikapan yang serius dari pemerintah. Setelah proses Pemilu selesai ini harus dievaluasi segera pemerintah,” kata Dedi Mulyadi di Bandung, Jumat 19 April 2019.

Dedi menilai, kasus meninggal dunianya KPPS terjadi karena Pemilu kali ini memang melelahkan semua pihak, terutama saat proses pemungutan suara yang menggabungkan pemilihan presiden, DPR hingga DPRD tingkat kabupaten. “Ini pemilu paling melelahkan, memakan waktu dari pagi hingga malam,” ujarnya.

Dedi menyebutkan, sejak proses pemilihan hingga penghitungan suara, banyak tempat pemungutan suara (TPS) yang baru menuntaskan pekerjaannya pada dini hari bahkan pagi hari. Belum jika terjadi pencoblosan ulang hingga penghitungan ulang.

Pemilu serentak tersebut, kata Dedi, juga akan melahirkan banyak tekanan psikologis pada para calon legislatif yang sekaligus menjadi tim sukses kampanye presiden. Hal lain yang harus menjadi bahan evaluasi adalah durasi kampanye yang terlalu panjang.

Pemilu 2019 menurut Dedi menyebabkan masalah psikologis sosial yang begitu berat. “Pemilu harus dibuat sesantai mungkin bagi seluruh pihak agar tidak melelahkan," ucapnya.***

Bagikan: