Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Sedikit awan, 25.1 ° C

Sirip Ikan Gurami Habis, Petani Merasa Aneh

Tim Pikiran Rakyat
FOTO ilustrasi ikan gurami.*/ANTARA
FOTO ilustrasi ikan gurami.*/ANTARA

MAJALENGKA,(PR).- Sejumlah petani ikan di Majalengka mengeluhkan virus  yang menyerang ikan gurami hingga mengakibatkan luka yang cukup serius dan terpaksa para petani ikan melelangkan ikannya karena khawatir ikan mati massal.

Sukanto yang juga Kapolsek Panyingkiran  mengaku terpaksa melelangkan ikan guraminya hingga 0,5 kuintal lebih seharga Rp 1.500.000 karena khawatir ikannya semua mati karena kondisi ikan seluruhnya mengalami luka, bintik merah diseluruh badannya, hingga sirip dan buntut ikan merah. Bahkan sebagian sirip habis dan patah-patah.

Penyakit tersebut mulai  menyerang ikan sejak dua bulan yang lalu, diawali dengan bintik merah di badan, dan bintik tersebut menjalar ke seluruh bagian tubuh. Hingga bintik merah menjadi luka dan membesar kemudian merusak sisik ikan sampai sebagian lepas.

“Semua ikan gurami saya jual, karena semua luka katanya virus akibat cuaca yang kurang baik,” ungkap Sukanto kepada wartawan Kabar Cirebon, Tati Purnawati, Rabu 17 April 2019.

Hal yang sama disampaikan Sri dan Tati yang juga ikan guraminya mengalami luka bintik merah yang menyerang hingga semuluh badan ikan. Buntut ikan memerah hingga buntung. Semula mereka menduga ikan di serang ikan lain bawal .

Hanya anehnya, menurut mereka ,ikan lain tidak mengalami luka, padahal di kolam ikan ada banyak jenis ikan seperti nilem, mujair , ikan mas,  dan patin. Anehnya yang terserang virus hanya ikan gurami.

Sri mengaku berupaya mengambil sebagian besar ikan guraminya dan menjualanya karena khawatir seperti pengalaman sebelumnya, ikan guraminya banyak yang mati terkapar karena luka. Dia awalnya menduga ikanya ada yang melukai namun nyatanya karena luka akibat virus.

Mereka mengaku untuk mengobati luka ikan tersebut telah dilakukan dengan berbagai upaya diantaranya menaburkan obat biru atau PK berulang kali ke kolam, namun itu tak kunjung sembuh. Malah Tati menyebutkan selain menggunakan PK juga dengan dedaunan yang dipercaya mengandung antibiotik seperti  seperti daun jarong dan balakacida.

“Kemarin ini saya mencoba dengan memasukan setumpuk daun jarong dan balakacida karena katanya dun tersebut akan dimakan untuk mengobati dari bagian dalam serta mengibati luka luar, hanya berulang kali di berikan pakan daun tersebut ternyara lukanya tak juga sembuh,” ungkap Tati.

Mereka tidak mengetahui virus apa yang menyerang ikannya, pengobatanpun dilakukan berdasar dariinformasi yang mereka peroleh dari mulut ke mulut.

“Ikan gurami saya sekarang hamper habis, yang masih tersisa berukuran sekitar 1,5 kg lebih tinggal beberapa ekor. Itu akan dijual karena khawatir mati juga seperti pengalaman kemarin hingga akhirnya terbuang,” kata Sri.***

Bagikan: