Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 25.2 ° C

Hasil Rekapitulasi Sementara, Jokowi-Amin Unggul di Pangandaran

Tim Pikiran Rakyat
PETUGAS pemilu saat melakukan penghitungan suara di TPS 13 Dusun Karangsalam Desa Pananjung, Kec Pangandaran, Kamis, 18 April 2019 dini hari.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN
PETUGAS pemilu saat melakukan penghitungan suara di TPS 13 Dusun Karangsalam Desa Pananjung, Kec Pangandaran, Kamis, 18 April 2019 dini hari.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN

PANGANDARAN,(PR).- Dari hasil rekapitulasi penghitungan sementara hasil untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada Pemilihan Umum 2019, pasangan Jokowi-Amin unggul untuk di Kabupaten Pangandaran. Sementara untuk rekapitulasi pemilihan legislatif masih digodok ditiap-tiap TPS sebelum dikirim ke PPK.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak KPU Kab. Pangandaran hasil rekapitulasi penghitungan sementara dari tiap-tiap PPK di 10 kecamatan yang ada di Kab. Pangandaran, untuk pasangan Capres dan Cawapres Jokowi-Amin memperoleh suara 164.151 suara dan pasangan Prabowo-Sandi 97.206.

"Itu baru hasil rekapitulasi penghitungan sementara dari tiap-tiap PPK, karena mereka belum melakulan pleno," ungkap Kasubbag Teknis dan Hupmas KPU Kabupaten Pangandaran, Wawan Cahyana S.Hut, Kamis, 18 April 2019.

Wawan, melaporkan angka partisipasi pemilih pada pilpres dan pileg tahun 2019 untuk Kecamatan Cigugur mencapai 83%, Kalipucang 81 %, Parigi 86,36 %, Sidamulih 83.5%, Cijulang 89,41%, Pangandaran 84,36%, Cimerak 81,77%, Langkaplancar 83,18%, Padaherang 77,78% dan Mangunjaya 74 %.

"Jadi angka partisipasi masyarakat dalam pemilu tahun ini untuk sementara keseluruhan di Kab. Pangandaran mencapai sekitar 82,44 %," ujar Wawan kepada wartawan Kabar Priangan, Agus Kusnadi.

Ditanya soal adanya laporan bahwa di TPS 03 Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran ditemukan Daftar Pemilih Khusus (DPK) yang berasal dari luar Kabupaten Pangandaran sebanyak 12 orang, menurut Wawan pihaknya sudah memberikan perlakuan sebagai DPTB hanya saja salah di pengadministrasian, masuk ke Daftar Pemilih Khusus (DPK).

"Sebenarnya sudah benar perlakukannya, cuma salah di pengadminiatrasian aja, tinggal dipindahkan saja," ujarnya, seraya Wawan menilai, mungkin karena adanya kekhawatiran saja dari Pengawas karena yang 12 orang tersebut masuk di DPK.

Informasi di lapangan ada beberapa TPS yang mengalami banjir saat hujan turun pada malam dini hari seperti yang terjadi di TPS 1 Desa Karangpawitan, Kec. Padaherang sehingga penghitungan suara pindah di salahsatu rumah warga.***


 

Bagikan: