Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Umumnya berawan, 17.7 ° C

Petugas KPPS Pakai Seragam SD Membuat Penasaran Pemegang Hak Pilih

Tim Pikiran Rakyat
PETUGAS TPS 007 dan 008  Dusun Pangaroan Desa Cipanas Kecamatan Tanjungkerta, sedang berfoto bersama di depan rumah penduduk yang dijadikan lokasi TPS.*/TAUFIK ROCHMAN/KABAR PRIANGAN
PETUGAS TPS 007 dan 008 Dusun Pangaroan Desa Cipanas Kecamatan Tanjungkerta, sedang berfoto bersama di depan rumah penduduk yang dijadikan lokasi TPS.*/TAUFIK ROCHMAN/KABAR PRIANGAN

SUMEDANG, (PR).- Berdeda dengan daerah lain yang mayoritas menggunakan tenda atau bangunan fasilitas umum, di Dusun Pangaroan Desa Cipanas Kecamatan Tanjungkerta ini, warga justru lebih memilih manfaatkan rumah penduduk sebagai Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Bahkan, untuk menarik perhatian para pemilih, para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS)-nya juga, sampai rela mengenakan seragam sekolah.

Menurut keterangan Kepala Dusun 02 Desa Cipanas, Karta (38), semua ide kreatif tersebut memang merupakan hasil kesepakatan bersama antara masyarakat dengan para petugas KPPS di Dusun Pangaroan, yakni petugas TPS 007 dan 008.

"Hasil musyawarah kami kemarin sebelum pelaksanaan pencoblosan, semua sepakat bahwa untuk lokasi TPS kita akan memanfaatkan bangunan rumah penduduk yang dinilai cukup strategis," kata Karta, yang juga merangkap sebagai petugas KPPS di TPS 007, Rabu 17 April 2019.

Sedangkan terkait pemilihan kostum, KPPS memang sengaja memilih untuk menggunakan seragam sekolah. Sebab selain mudah untuk mendapatkan seragamnya, pengenaan kostum ini pun dinilai akan dapat lebih menarik pastisipasi masyarakat untuk datang ke TPS.

Petugas KPPS ada yang mengenakan seragam SD, ada juga yang memakai seragam SMP. Malah khusus untuk petugas pengaman TPS, mereka sengaja mengenakan seragam militer dan Linmas yang dilengkapi dengan replika senjata laras panjang dari bambu.

"Dan hasilnya Alhamdulillah sangat memuaskan. Upaya kami ini ternyata tidak sia-sia, warga terlihat antusias datang ke TPS. Buktinya, di TPS 007 saja, dari jumlah hak pilih DPT 225 orang, ternyata yang masuk bisa mencapai 208 hak suara," ujarnya kepada wartawan Kabar Priangan, Taufik Rochman.

Kemudian masalah penentuan rumah penduduk sebagai lokasi TPS, Karta juga menjelaskan, bahwa semua itu sengaja dilakukan sebagai upaya masyarakat untuk mengantisipasi keamanan kotak suara dari ancaman hujan. 

Mengingat, dalam kondisi cuaca yang tidak menentu seperti sekarang, hujan bisa turun kapan saja, dan itu bisa membahayakan kotak suara yang bahan dasarnya dari kardus.

"Sekarang kan musim hujan, kalau TPS nya pake tenda, takutnya air hujan masuk ke TPS dan membasahi kotak suara berikut logistik lainya. Untuk itu kami tidak mau mengambil resiko, daripada kotak suara rusak kehujanan lebih baik pakai rumah penduduk saja," tuturnya.***

Bagikan: