Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Umumnya berawan, 17.7 ° C

Pemungutan Suara di Sebagian Cianjur Molor Terkendala Teknis

Shofira Hanan
Plt. Bupati Cianjur Herman Suherman (kedua kanan) memantau pendistribusian surat suara yang masih berjalan di hari pemilihan, di Gudang Balerancage, Rabu, 17 April 2019. Herman merasa sedih karena Pemilu 2019 dinilai kacau karena terdapat sejumlah kendala yang menghambat pelaksanannya.*/SHOFIRA HANAN/PR
Plt. Bupati Cianjur Herman Suherman (kedua kanan) memantau pendistribusian surat suara yang masih berjalan di hari pemilihan, di Gudang Balerancage, Rabu, 17 April 2019. Herman merasa sedih karena Pemilu 2019 dinilai kacau karena terdapat sejumlah kendala yang menghambat pelaksanannya.*/SHOFIRA HANAN/PR

CIANJUR, (PR).- Logistik pemilu di sejumlah lokasi di Cianjur belum didistribusikan hingga siang hari sehingga waktu pemilihan pun molor. Beberapa kecamatan, yakni Cianjur, Cilaku, Warungkondang, dan Gekbrong terpaksa memundurkan waktu pemungutan suara.

Setelah ditelusuri, ternyata hal tersebut disebabkan kesalahan kirim. Maka dari itu, banyak logistik pemilu yang belum terdistribusikan ke TPS, khususnya di Dapil I. Selain itu, banyaknya logistik yang rusak juga menjadi penyebab terjadinya kekurangan logistik di setiap TPS.

Kondisi tersebut, sempat membuat pemilih menunggu di masing-masing TPS. Walaupun tidak mendapat kepastian, kapan logistik akan tersedia, masyarakat tetap menunggu sampai semua persiapan selesai.

Ditemui di lokasi, Plt Bupati Cianjur Herman Suherman mengaku sedih dengan kondisi pemilihan umum tahun ini. Ia menilai, pelaksanaannya cukup kisruh karena terdapat sejumlah kendala yang menghambat kelancaran proses pemilu. ”Sedih. Pelaksanaan pemilu kali ini paling kacau dibandingkan sebelum-sebelumnya,” ujar Herman ketika ditemui Rabu, 17 April 2019.

Ia mengungkapkan, persoalan logistik menjadi yang tidak maksimal dilaksanakan. Beberapa daerah kekurangan logistik dan distribusi ke setiap tingkatan pelaksana juga terlambat.

Kondisi tersebut terjadi karena pemenuhan distribusi logistik yang terlambat dari pusat. Namun, dipercaya juga jika manajemen di KPU Cianjur kurang baik sehingga membuat pelaksanaannya bermasalah.

”Pada akhirnya, banyak lokasi pencoblosan yang terlambat melaksanakan pemilihan. Ini cukup disayangkan, karena antusiasme pemilih sudah baik tapi penyelenggaraannya bermasalah,” ucapnya.

Herman mengatakan, apa yang terjadi pada gelaran pesta demokrasi kali ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi KPU agar keadaan serupa tidak terulang di pemilu berikutnya.

Ketua KPU Kabupaten Cianjur, Hilman Wahyudi mengatakan, ia masih terus berusaha untuk memenuhi setiap kekurangan logistik, seperti surat suara, C1 plano, kotak suara, dan kelengkapan logistik lainnya. “Masih terus diusahakan dengan melakukan koordinasi ke setiap TPS, jadi kalau ada surat suara yang lebih, bisa langsung dipakai oleh TPS yang memang kekurangan,” ujar Hilman,

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Cianjur, Usep Agus Jawari menjelaskan, banyaknya TPS yang buka di luar jadwal yang seharusnya akan dijadikan sebagai bahan temuan. Usep menambahkan, Bawaslu akan meminta klarifikasi KPU Cianjur mengenai kekisruhan pada proses pendistribusian logistik Pemilu yang menyebabkan banyaknya kekurangan logistik Pemilu di setiap TPS.

“Tentu, semua yang terjadi dalam proses pemungutan suara ini akan kita jadikan bahan temuan. Kita berharap semuanya tetap aman dan kondusif,” ujar Usep.

Berdasarkan pengamatan, hingga pukul 11.00 WIB, sejumlah petugas TPS masih terus mendatangi gudang 2 KPU untuk meminta kekurangan logistik di TPS-nya masing-masing. Pada proses pengambilan logistik Pemilu seperti surat suara, petugas TPS hanya menggunakan kantung plastik.***

Bagikan: