Pikiran Rakyat
USD Jual 14.301,00 Beli 14.001,00 | Sebagian berawan, 17.3 ° C

Pemilu 2019 di Kantung Mahasiswa Rantau Jatinangor, Pemilih Disebar Hingga Jauh

Abdul Muhaemin
ANGGOTA Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara membuka gembok yang masih disegel usai proses pemungutan suara selesai dilaksanakan di Dusun Citeureup, Desa Cilayung, Kecamatan Jatinangor, Sumedang, Rabu 17 April 2019.*/ABDUL MUHAEMIN/PR
ANGGOTA Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara membuka gembok yang masih disegel usai proses pemungutan suara selesai dilaksanakan di Dusun Citeureup, Desa Cilayung, Kecamatan Jatinangor, Sumedang, Rabu 17 April 2019.*/ABDUL MUHAEMIN/PR

PEMILU 2019 tentu tidak mau dilewatkan begitu saja oleh masyarakat, salah satunya oleh banyak mahasiswa pendatang di Jatinangor. Tinggal sementara dan jauh dari kampung halaman tidak mambuat antusiasme ribuan mahasiswa di Jatinangor yang rata-rata merupakan pendatang untuk tetap menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019.

Kecamatan Jatinangor merupakan kawasan pendidikan dengan berdirinya beberapa perguruan tinggi negeri maupun swasta sepeti Universitas Padjajaran, Institut Teknologi Bandung, Institut Pendidikan Dalam Negeri, dan Institut Koperasi Indonesia.

Dengan adanya beberapa perguruan tinggi tersebut, berbanding lurus dengan banyak mahasiswa yang berasal dari luar Jatinangor, bahkan dari luar provinsi.

Akan tetapi, partisipasi serta antusiasme mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan dalam Pemilu 2019 diakui Ketua KPU (Komisi Pemilihan Umum) Jatinangor Endang Tirtana tetaplah tinggi.

Pemilu 2019/ANTARA

Hal itu terbukti dengan banyaknya permintaan formulir A5 yang merupakan syarat bagi warga dari luar wilayah TPS (Tempat Pemungutan Suara) agar bisa tetap menggunakan hak pilihnya di TPS terdekat.

"Partisipasi (mahasiswa) cukup bagus dengan banyaknya A5 yang menggunakan surat suara di tiap TPS," ujar Endang di Jatinangor, Rabu 17 April 2019.

Endang menuturkan bahwa para mahasiswa tersebut disebar secara merata di 12 desa yang ada di Kecamatan Jatinangor.

Disebar hingga ke luar Jatinangor

Banyaknya mahasiswa yang masuk Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) membuat KPU Sumedang membuat regulasi agar mahasiswa tersebut tidak mencoblos di wilayah Jatinangor saja.

Untuk menjaga kondusifitas serta kelancaran dalam proses pemungutan suara, mahasiswa yang masuk DPTb disebar dan dilakukan pemetaan ke beberapa wilayah kecamatan lain diluar Jatinangor.

"Di  12 desa,  menyebar se-Kecamatan Jatinangor. KPU Sumedang membagi mahasiswa yang menggunakan A5 ke beberapa kecamatan yaitu Jatinangor, Tanjungsari, Cimanggung, Sukasari, Pamulihan, Sumedang Selatan, dan Sumedang Utara," katanya.

Dalam pemetaan itu, Endang mengungkapkan bahwa hal tersebut baru pertama kali dilakukan. Pada Pemilu 2014, mahasiswa tersebut tidak disebar dan banyak yang kebingungan untuk menggunakan hak suaranya di TPS yang mana.

Berkaca pada penyelenggaraan Pemilu sebelumnya, akhirnya KPU Sumedang menyebar para mahasiswa tersebut ke 284 TPS di wilayah Jatinangor dan sisanya disebar ke beberapa wilayah.

"Kalau Pemilu 2014, yang pindah memilih itu dipersilahkan mencari TPS yang terdekat sendiri. Jadi, mahasiswa kebingungan  juga menggunakan hak pilihnya. Pemilu 2019, DPTb yaitu pendatang atau mahasiswa yang menggunakan A5 diplot dan dipetakan ke 284 TPS yang ada di Jatinangor dan selebihnya ke kecamatan lain. Bila belum terdaftar di DPTb, di arahkan ke TPS terdekat," tutur Endang.***

Bagikan: