Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Umumnya berawan, 17.3 ° C

Lidi yang Berakar Batu di Desa Pasirgeulis Masih Jadi Misteri

Tim Pikiran Rakyat
INILAH bentuk situs Batu Kendit yang berada di Blok Paliken Desa Pasirgeulis Kecamatan Padaherang yang merupakan bukti sejarah peninggalan zaman nenek moyang terdahulu.*/MUSLIH JERRY/KABAR PRIANGAN
INILAH bentuk situs Batu Kendit yang berada di Blok Paliken Desa Pasirgeulis Kecamatan Padaherang yang merupakan bukti sejarah peninggalan zaman nenek moyang terdahulu.*/MUSLIH JERRY/KABAR PRIANGAN

WILAYAH yang berada di Kabupaten Pangandaran ternyata banyak menyimpan sejarah peninggalan nenek moyang terdahulu. Salah satunya Situs Batu Kendit yang berada di Desa Pasirgeulis Kecamatan Padaherang. Batu ini merupakan tempat bertemunya Dewi Samboja dengan utusan dari Kerajaan Galuh Pangauban yang saat itu dipimpin oleh Prabu Haur Koneng.

Warga setempat Eeng (40), Selasa 16 April 2019, mengatakan berdasarkan cerita dari orangtuanya, konon kala itu Dewi Samboja hendak menuju Kerajaan Galuh Pangauban untuk menemui orangtua Raden Anggalarang. Namun, lantaran harus melewati Kerajaan Kawasen yang merupakan salah satu kerajaan di bawah kekuasaan Mataram, akhirnya dia enggan untuk lewat.

Dewi Samboja memilih untuk bermukim di Blok Paliken dan menunggu kedatangan utusan dari Kerajaan Galuh Pangauban. Saat menunggu, Dewi Samboja selalu merasa ketakutan dan curiga kepada setiap orang yang bertemu dengannya dan selalu menyangka mata-mata dari Suraboma atau Bajo. 

"Akhirnya, Dewi Samboja bertemu dengan salah satu utusan Kerajaan Galuh Pangauban. Saat pertama kali bertemu, Dewi Samboja tidak langsung percaya," ungkap Eeng.

Agar yakin bahwa yang datang itu utusan Kerajaan Galuh Pangauban, Dewi Samboja menancapkan sebatang lidi di tanah dan menyuruh untuk mencabutnya. Utusan itu langsung mencabut lidi yang ditancapkan Dewi Samboja. Setelah dicabut, ternyata lidi itu memiliki akar berupa batu. Batu yang keluar dari lidi itu oleh masyarakat dinamakan Blok Batu Paliken yang lokasinya tidak jauh dari Situs Batu Kendit, kurang lebih 20 meter.

"Sejak pertemuan itu, Dewi Samboja dengan utusan dari  Kerajaan Galuh Pangauban menetap hingga berbulan-bulan sambil menyusun strategi pembalasan atas kematian Raden Anggalarang oleh Suraboma atau Bajo," tuturnya. 

Begitu juga cerita yang dia ketahui, saat Dewi Samboja dan utusan Kerajaan Galuh Pangauban menetap di Blok Batu Paliken, mereka berpikir untuk memenuhi kebutuhan pangan selama bermukim. Utusan Kerajaan Galuh Pangauban akhirnya berpikir harus ada tempat penyimpanan padi, sehingga batu Situs Batu Kendit itu ditiru menjadi sebuah bangunan yang dibuatnya menggunakan kayu.

"Bangunan yang dibuat oleh utusan Kerajaan Galuh Pangauban hingga sekarang diikuti oleh masyarakat sebagai tempat penyimpanan padi yang dinamakan leuit atau lumbung padi," tambahnya. (Muslih Jerry/Kabar Priangan)***

Bagikan: