Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Umumnya berawan, 23.4 ° C

Korban Pemerkosaan Tergeletak di Pinggir Sawah

Gelar Gandarasa
null
null

INDRAMAYU, (PR).- Seorang wanita jadi korban pemerkosaan dua orang pemuda. Pelaku pun langsung diciduk beberapa jam kemudian pascakasus tersebut. Korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Indramayu. Semua biaya perawatan ditanggung oleh pemerintah daerah. 

Pelaku pemerkosaan itu adalah MP (23) warga Kroya dan AD (23) warga Gabuswetan, Kabupaten Indramayu. Kapolres Indramayu Ajun Komisaris Besar Yoris Marzuki mengatakan, pemerkosaan keji itu terjadi pada hari Senin kemarin. Korbannya adalah SV (44) warga Surabaya, Jawa Timur. 

SV yang berangkat dari Jakarta itu baru tiba di Indramayu pada Senin pukul 1.00. Sesampainya di wilayah Gabuswetan, ia mencari ojek untuk mengantarnya ke tempat tujuan. Namun sayangnya ia kesulitan menemukan ojek karena waktu yang sudah memasuki dini hari. Kebetulan kedua pelaku melintas di jalan yang sama dengan menggunakan sepeda motor. 

Mereka pun menawarkan tumpangan kepada SV. Ajakan itu diterima mengingat tak ada lagi kendaraan yang melintas. Yoris mengatakan, saat dibonceng pelaku SV mencium gelagat tak beres karena tercium aroma minuman keras yang sangat kuat. Benar saja, di tengah jalan mereka berhenti dan memaksa SV untuk melayani nafsu para pelaku. “Korban awalnya tidak curiga,” kata Yoris, Rabu 17 April 2019.

SV digilir oleh MP dan AD selama tiga jam. Tak hanya memperkosa, mereka pun menganiaya SV sehingga menderita luka lebam. Setelah puas menganiaya dan memperkosa, kedua pelaku mengambil telefon genggam korban dan meninggalkan SV begitu saja di pinggir sawah. SV pun ditemukan oleh warga dan segera diberikan pertolongan. Mereka lantas melapor ke kantor polisi terdekat. 

“Tak berselang lama polisi menciduk para tersangka. Mereka mengakui perbuatannya dan saat menjalankan aksi di bawah pengaruh alkohol,” ungkapnya. Pelaku kini sudah diamankan oleh polisi dan akan dijerat dengan Pasal 365 KUHPidana dan 285 KUHPidana. Ancaman hukumannya penjara paling lama 12 tahun.

Sementara itu, Bupati Indramayu Supendi prihatin dengan adanya kasus pemerkosaan itu. Menurutnya minuman keras tidak memberikan manfaat apapun bagi masyarakat. Oleh sebab itulah pemerintah daerah sudah memiliki perda nol miras. Harapannya minuman keras bisa benar-benar hilamg dari masyarakat. Supendi menegaskan, pemerintah daerah akan terus memegangg teguh komitmen Indramayu bebas minuman keras. 

Namun demikian, tak jarang masih ada saja warga yang bandel meminum miras. Menurutnya, terkadang warga meracik minuman itu sendiri sehingga miras masih beredar di pasaran. “Minuman keras bisa mempengaruhi pikiran seseorang untuk bertindak di luar batas,” katanya. Dia mengatakan, biaya pengobatan pemulihan korban akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.***

Bagikan: