Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Umumnya berawan, 17.3 ° C

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Meninggal Saat Bertugas

Hilmi Abdul Halim
Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Desa Cipeundeuy, Kecamatan Bojong Kabupaten Purwakarta, meninggal dunia, saat sedang bertugas. */ HILMI ABDUL HALIM/PR
Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Desa Cipeundeuy, Kecamatan Bojong Kabupaten Purwakarta, meninggal dunia, saat sedang bertugas. */ HILMI ABDUL HALIM/PR

PURWAKARTA, (PR).- Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Deden Damanhuri (46), meninggal dunia saat sedang bertugas, Rabu 17 April 2019. Namun, pemungutan suara di Tempat Pemungutan Suara 03 Desa Cipeundeuy, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta itu tetap dilanjutkan sampai akhir.

Menurut sejumlah warga, Deden Damanhuri (46) itu  sedang bertugas memanggil pemilih masuk ke bilik suara.  Dia tiba-tiba jatuh pingsan dan sempat mengeluh sakit. Warga lansung bertindak dan membawanya ke klinik.

Deden tidak menjelaskan bagian apa yang sakit pada tubuhnya. Namun, belum sempat diberikan penanganan medis, yang bersangkutan dinyatakan sudah tak bernyawa oleh dokter. Warga pun akhirnya membawa jenazah ke rumah duka.

Warga setempat menduga Ketua KPPS tersebut kelelahan setelah bekerja keras mengurus persiapan hingga pelaksanaan Pemilihan Umum 2019. Hingga berita ini ditulis, pihak keluarga belum bisa dikonfirmasi untuk menceritakan riwayat penyakit almarhum.

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Purwakarta langsung menuju lokasi TPS bersangkutan. Selain memastikan kondisi jenazah Ketua KPPS setempat, sejumlah komisioner KPU juga turun tangan agar proses pemungutan suara bisa terus berjalan.

"Mudah-mudahan almarhum meninggal dalam keadaan husnul khatimah. Keluarga besar penyelenggara Pemilu di Purwakarta mengucapkan turut berdukacita," kata Komisioner KPU Purwakarta, Ramlan Maulana. Pihak KPU juga memastikan kejadian itu tidak menggangu pelaksanaan pemungutan suara di TPS tersebut.

Ramlan mengatakan, pelaksanaan di TPS tersebut ditangani oleh enam anggota KPPS lainnya ditambah dua petugas ketertiban TPS. "Adapun posisi Ketua KPPS digantikan oleh salah seorang anggota KPPS yang dipilih oleh seluruh anggota lainnya," ujarnya menambahkan.

Selain itu, Ramlan mengingatkan anggota KPPS yang ada untuk menceritakan kronologi kejadian di TPS tersebut dalam catatan kejadian khusus formulir C2. Selebihnya, proses penghitungan suara tetap dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

"Supervisi, asistensi dan monitoring sudah dilakukan dengan menurunkan tim yang dipimpin langsung oleh saya sendiri, Ramlan Maulana," kata Ramlan. Selain KPU, sejumlah pejabat pemerintah daerah dan Badan Pengawas Pemilu setempat juga ikut menjenguk almarhum di rumah duka. ***

 

Bagikan: