Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Umumnya berawan, 22.8 ° C

Di Dusun Pangaroan, Dua Warga Rela Rumahnya Dijadikan TPS

Tim Pikiran Rakyat
SEORANG warga rela rumahnya dijadikan tempat pemungutan suara (TPS).*/TAUFIK ROCHMAN/KABAR PRIANGAN
SEORANG warga rela rumahnya dijadikan tempat pemungutan suara (TPS).*/TAUFIK ROCHMAN/KABAR PRIANGAN

SUMEDANG, (PR).- Berdeda dengan daerah lain yang mayoritas menggunakan tenda atau bangunan fasilitas umum, di Dusun Pangaroan Desa Cipanas Kecamatan Tanjungkerta ini, warga justru lebih memilih manfaatkan rumah penduduk sebagai Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 07 dan 08, bersama warga di Dusun Pangaroan ini, memang sengaja lebih memilih rumah sebagai TPS, dengan alasan untuk lebih menjaga keamanan kotak suara dari ancaman hujan. 

Mengingat, dalam kondisi cuaca yang tidak menentu seperti sekarang, hujan bisa turun kapan saja, dan itu bisa membahayakan kotak suara yang bahan dasarnya dari kardus.

Seperti disampaikan Kepala Dusun 02 Desa Cipanas, Karta (38), Selasa 16 April 2019 sore. Menurut Karta, pemanfaatan rumah penduduk sebagai lokasi TPS ini, merupakan salah satu upaya masyarakat dalam mengantisipasi ancaman hujan.

"Sekarang kan musim hujan, kalau TPS-nya pakai tenda, takutnya air hujan masuk ke TPS dan membasahi kotak suara berikut logistik lainya. Untuk itu kami tidak mau mengambil resiko, daripada kotak suara rusak kehujanan lebih baik pakai rumah penduduk saja," katanya kepada wartawan Kabar Priangan, Taufik Rochman.

Bukan itu saja, Karta juga menjelaskan, dengan waktu yang sesingkat ini tentu bukan hal yang mudah untuk membangun sebuah tenda TPS. Terlebih saat ini hampir setiap hari diguyur hujan, jadi agak kesulitan juga untuk mendirikan tendanya.

Namun demikian, Karta juga memastikan bahwa penggunaan rumah sebagai TPS ini, tidak ada kepentingan politik sedikit pun. Semua ini, murni atas dasar aspirasi dan kerelaan masyarakat yang merasa terpanggil ingin mensukseskan jalannya pesta demokrasi lima tahunan.
"Ini atas dasar kerelaan masyarakat. Jadi rumah yang dijadikan TPS itu tidak bayar," katanya.

Sementara itu, pantauan di lapangan, sedikitnya ada 2 rumah penduduk di Dusun Pangaroan yang kini dimanfaatkan sebagai lokasi TPS. Kedua rumah yang dijadikan sebagai TPS ini, masing-masing rumah milik Didi (51) warga RT 03/05 untuk TPS 7 dengan jumlah hak suara 225, dan rumah milik Ny. Mae (37) warga RT 04/05 untuk TPS 8 dengan jumlah hak suara 215.***

Bagikan: