Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Umumnya berawan, 23.4 ° C

Dagang Kopi Seduh di Gudang Logistik Pemilu Ternyata Cukup Laris

Nuryaman
PEDAGANG asong, Edi saat melayani pembeli yang meminta kopi seduh.*/NURYAMAN/PR
PEDAGANG asong, Edi saat melayani pembeli yang meminta kopi seduh.*/NURYAMAN/PR

DIDI Rosidi (47) lebih akrab dengan nama panggilan Edi, warga Lingkungan Bubulak, Kelurahan Winduhaji, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, terbilang jeli menangkap peluang rezeki dari usaha andalannya. Bapak enam anak satu cucu, yang sudah belasan tahun mencari nafkah sebagai pedagang asongan kopi seduh dadakan dan aneka air minum kemasan itu, sejak sebulan terakhir memutuskan berhenti sementara jualan kelilingnya.

Edi memutuskan memilih gelar tikar melapak sementara menyajikan dagangan khas asongannya itu di teras depan samping pintu utama Gedung Olah Raga Ewangga Kuningan. Edi menyebutkan sebulan lalu dirinya segera mengambil tempat itu untuk menggelar dagangannya hingga saat ini berbekal informasi bahwa GOR di kompleks Stadion Mashud Wisnusaputra Kuningan itu, telah dipinjam sementara oleh Komisi Pemilihan Umum sebagai gudang dan tempat mempersiapkan logistik untuk proses pemungutan suara pemilihan umum April 2019.

“Feeling (perasaan) saya ketika mendengar informasi itu, selama dijadikan tempat penyimpanan dan pengurusan logistik pemilu, di gedung ini setiap harinya pasti selalu banyak orang sibuk mengurusi logistik pemilu. Biasanya, orang-orang yang suka ngopi di tengah kesibukan, kalau ingin ngopi umumnya ingin cepat dan mudah mendapatkannya,” tutur Edi kepada “PR” Online di sela-sela kesibukannya melayani pesanan kopi seduh dari sejumlah orang di gedung tersebut, Selasa 16 April 2019.

Terjual 50 gelas

Edi menyebutkan, sesuai feeling-nya  selama sebulan terakhir ia menggelar lapak jualan kopi seduh di tempat tersebut, hampir setiap hari gedung itu selalu diwarnai keramaian orang. “Alhamdulillah, selama sebulan saya jualan di sini dagangan saya ini pun, terutama kopi seduhnya hampir setiap harinya laris,” tuturnya, seraya menambahkan, untuk kopi seduh saja setiap harinya rata-rata laku terjual antara 50 hingga 60 gelas dengan harga jual dipatok olehnya Rp 3.000 per gelas. 

“Bagi saya sih, untungnya yaa.. lumayan besar. Dan, lagi tanpa harus mengeluarkan banyak ongkos ke sana kemari memburu tempat-tempat keramaian orang,” ujarnya menambahkan.

Edi mengatakan, dagang asongan kopi seduh merupakan satu-satunya usaha  andalan dirinya dan sudah digelutinya selama lebih kurang 15 tahun. Namun, aktivitas usahanya itu selama belasan tahun hanya dilakukan olehnya khusus di tempat-tempat acara ramai pengunjung berbekal informasi dari berbagai sumber.

Tidak hanya di Kuningan, tuturnya lebi lanjut, tetapi juga sampai ke sejumlah kabupaten dan kota sekitar Kabupaten Kuningan, seperti Cirebon, Majalengka, Ciamis. “Bahkan kalau ada pertandingan Persib di Bandung pun, saya sering sengaja memburu ke sana dagang asongan kopi seduh, air minum lainnya dan makanan-makanan ringan seperti ini,” ujar Edi.

Modal utamanya, selain harus selalu menyiapkan bahan-bahan dagangannya, dagang asongan spesialis memburu acara-acara banyak pengunjung berpotensi banyak pembeli seperti dilakukan olehnya selama belasan tahun, juga harus disertai membangun hubungan relasi atau kenalan  berbagai pihak. Di samping itu, juga harus perlu berusaha mencari, menyerap, dan jeli menangkap informasi acara-acara dari berbagai sumber iformasi.(Nuryaman/PR)***

Bagikan: