Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Umumnya berawan, 17.7 ° C

BPJS Kesehatan Akhirnya Bayar Utang ke Rumah Sakit

Tim Pikiran Rakyat
KEPALA BPJS Kesehatan Cabang Banjar Jayadi (tengah) menjelaskan pembayaran tunggakan ke rumah sakit di ruang rapat Kantor BPJS Kesehatan Cabang Banjar,  Selasa 16 April 2019.*/DEDE IWAN/KABAR PRIANGAN
KEPALA BPJS Kesehatan Cabang Banjar Jayadi (tengah) menjelaskan pembayaran tunggakan ke rumah sakit di ruang rapat Kantor BPJS Kesehatan Cabang Banjar, Selasa 16 April 2019.*/DEDE IWAN/KABAR PRIANGAN

BANJAR, (PR).- BPJS Kesehatan menggelontorkan dana sebesar Rp 11 triliun untuk membayar utang klaim jatuh tempo BPJS Kesehatan kepada rumah sakit. 

Selain itu, BPJS Kesehatan juga melakukan pembayaran sebesar Rp 1,1 triliun dalam bentuk dana kapitasi kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). 

Menurut Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banjar Jayadi, Selasa 16 April 2019, total pembayaran yang dilakukan KC Banjar April 2019 ini  sebesar Rp 32.922.163.182.

Khusus di wilayah kerja Kantor Cabang Banjar, dikatakan dia,  ada 150 FKTP. Meliputi,  62 Puskesmas, 48 Klinik, 37 DPP, 3 drg  dan 16 FKRTL terdiri dari  7 Rumah Sakit, 7 Optik, 2 Apotek yang telah dibayarkan dana kapitasi dan tagihan klaimnya oleh BPJS Kesehatan setempat. 

"Tagihan klaim rumah sakit yang lolos verifikasi dan sudah jatuh tempo, akan dibayar BPJS Kesehatan dengan mekanisme first in first out. Urutan pembayarannya disesuaikan dengan catatan kami," ujarnya.

Dijelaskan dia, rumah sakit yang lebih dulu mengajukan berkas secara lengkap, tentu transaksi pembayaran klaimnya akan diproses terlebih dulu. 

"Pembayaran fasilitas kesehatan ini terwujud karena ada dukungan penuh dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan," kata Jayadi.

Menyusul dibayarnya utang klaim jatuh tempo oleh BPJS Kesehatan kepada fasilitas kesehatan, diharapkan pihak fasilitas kesehatan juga bisa melakukan kewajibannya sesuai regulasi.

"Kami selalu berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan yang melayani peserta JKN-KIS untuk memberikan pelayanan terbaik tanpa diskriminasi, sebagaimana yang diatur dalam regulasi yang ditetapkan pemerintah.

Menurut Jayadi, setiap tanggal 15 merupakan tanggal pembayaran kapitasi untuk FKTP. Oleh karena itu, ada kemungkinan pembayaran non kapitasi dan tagihan rumah sakit dibayarkan BPJS Kesehatan pada hari berikutnya. 

Adapun besaran tungakan peserta JKN KIS kepada BPJS Kesehatan di wilayah Kota Banjar, Kab Ciamis dan Kab Pangandaran mencapai Rp 43 miliar. 

"Penungak peserta mandiri itu, ada yang melebihi 3 bulanan. Diantara alasan belum dibayarnya itu, diduga lupa dan tak mampu membayarnya," ujar Jayadi kepada wartawan Kabar Priangan, Dede Iwan.

Khusus peserta yang tak mampu bayar tagihan kepesertaan JKN KIS, dikatakan dia, pihaknya sudah menyarankan ke Pemkab dan Pemkot, agar kepesertaanya dialihkan ke Jamkesmas, ditanggung pemerintah.

"Besaran utang ke BPJS Kesehatan yang ditanggung Pemkab Ciamis selama ini Rp 32, 2 miliar,  Pemkot Banjar sebesar Rp 4,01 miliar dan Pemkab Pangandaran sebesar Rp 7,5 miliar. Dalam hal ini, kami sudah berupaya menagihnya dengan berbagai cara dan belum berhasil. Terkait tungakan Kab. Ciamis, itu berlatar masa transisi jabatan Bupati Ciamis saja," ujarnya.***

Bagikan: